Virus Corona di Jawa Timur

Imbas Corona, 16.086 Pekerja di Jatim Dirumahkan dan 1.923 PHK, Sektor Perhotelan Paling Banyak

Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa sektor industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak besar di tengah wabah Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa sektor industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak besar di tengah wabah Covid-19.

Hal tersebut terlihat dari banyaknya pekerja yang dirumahkan oleh perusahaan di bidang perhotelan karena okupansinya yang terjun bebas. 

3 Jam Ditutup, Jalur Padat Keramaian Jalan KH Moh Cholil Bangkalan Dibuka Kembali

Malaysia Locdown, 28 TKI Malaysia Asal Bangkalan Pilih Pulang Kampung, Ngaku Ketakutan Covid-19

Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Sebut Ada 23 Klaster Penularan Covid-19 di Jatim

“Total pekerja yang dirumahkan sejauh ini adalah 16.086. Itu semua dari 29 perusahaan di Jawa Timur,” kata Khofifah Indar Parawansa, Rabu (8/2/2020).

“Dari 29 perusahaan itu diantarnya ada satu di Banyuwangi, 3 di Gresik, 1 Ngawi, 2 Kota Blitar, 1 Kita Batu, sektornya kebanyakan bervariasi terutama perhotelan dan pariwisata,” imbuh Khofifah Indar Parawansa

Mereka yang dirumahkan tersebut ada yang masih dalam kondisi mendapatkan gaji meski tidak dalam kondisi utuh, ataupun ada yang tidak mendapatkan gaji karena tidak ada operasional. 

Selain itu pekerja yang di PHK selama pandemi Covid-19 di Jawa Timur juga tak sedikit.

Untuk jumlah pekerja yang di PHK di Jatim karena covid-19 tepatnya ada sebanyak 1.923 orang. 

Oleh Disnakertrans Jatim mereka tetap dilakukan pendataan baik yang dirumahkan maupun di-PHK.

3 Daerah di Jatim Masih Bertahan di Zona Hijau Corona, Ini Analisa Ketua Rumpun Kuratif Covid-19

Relaksasi Pajak Hotel dan Restoran Tunggu Menteri Keuangan, Karyawannya Masuk Program Pra Kerja

UPDATE Sebaran Covid-19 di Jawa Timur, 24 Kabupaten dan Kota di Jatim Masuk Zona Merah

Pendataan diperlukan agar pekerja yang di PHK maupun dirumahkan bisa diprioritaskan masuk ke dalam program pra kerja dari pemerintah pusat ataupun juga sebagai penerima Social safety net (Jaring Pengaman Sosial) yang disiapkan oleh Pemprov Jatim.

Sebagaimana diketahui, seiring dengan merebaknya virus corona SARS-CoV-2, masyarakat memang diimbau untuk tinggal di rumah, bekerja di rumah dan beribadah di rumah guna menekan tingkat penyebaran virus corona

Untuk kasus covid-19 di Jawa Timur sendiri per Selasa (7/4/2020) malam, tercatat ada sebanyak 194 orang yang positif covid-19.

Sebanyak 42 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Satu PDP Corona di Tuban Meninggal, Dinkes Sebut 13 Orang Ikut Pelatihan Haji di Surabaya

Petugas Medis PDP Corona di Tuban Meninggal, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di Surabaya

Petugas Medis di Tuban Berstatus PDP Corona Meninggal, Kadinkes Sebut Hasil Rapid Tes Positif

Artinya persentase kesembuhan pasien positif Covid-19 di Jawa Timur mencapai 21,65 persen.

Akan tetapi untuk yang meninggal dunia ada sebanyak 16 orang atau jika dipersentase ada sebanyak 8,25 persen. 

Selain dari kasus positif, yang sembuh, dan meninggal dunia, Khofifah Indar Parawansa juga menyampaikan update kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Ada total PDP di Jawa Timur ada sebanyak 1.083 orang. Sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada sebanyak 11.564 orang. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved