Breaking News:

Virus Corona di Jember

Pemkab Jember Lakukan Refocusing Anggaran, Rp 400 Miliar Disiapkan untuk Tangani COVID-19

Pemerintah Kabupaten Jember me-refokusing anggaran tahun 2020 untuk penanganan dampak wabah virus corona sekitar Rp 400 miliar.

TRIBUNMADURA.COM/SRI WAHYUNIK
Musrenbang RKPD Kabupaten Jember tahun 2021, Selasa (7/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember melakukan refocusing anggaran tahun 2020 untuk penanganan dampak virus corona sekitar Rp 400 miliar.

Anggaran refokusing tersebut disampaikan oleh Bupati Jember Faida ketika berpidato membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( Musrenbang RKPD ) Kabupaten Jember tahun 2021 secara daring, Selasa (7/4/2020).

"Saya perlu sampaikan, kami serius menangani Covid-19 ini. Tahun 2020 ini kami merefokusing anggaran sebesar kurang lebih Rp 400 miliar untuk mengatasi dan menunjang ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini," ujar Faida.

Imbas Corona, 16.086 Pekerja di Jatim Dirumahkan dan 1.923 PHK, Sektor Perhotelan Paling Banyak

3 Jam Ditutup, Jalur Padat Keramaian Jalan KH Moh Cholil Bangkalan Dibuka Kembali

Malaysia Locdown, 28 TKI Malaysia Asal Bangkalan Pilih Pulang Kampung, Ngaku Ketakutan Covid-19

Dia mengakui OPD di Pemkab Jember harus bekerja keras untuk menangani dampak wabah ini.

Dia tetap meminta semua pihak serius dalam penanganan penyebarannya, juga penanganan dampak yang terjadi akibat penyebaran virus corona.

Pejabat Forkopimda mengikuti Musrenbang RKPD di Pendapa Wahyawibhagraha, Jember.

Sebagian peserta Musrenbang mengikuti dari tempat kerja masing-masing.

Musrenbang itu dilakukan melalui sambungan komunikasi jarak jauh (teleconference).

Bupati Jember Faida membuka acara itu dari Pendapa Wahyawibhawagraha.

Di rumah dinas bupati Jember itu hadir sejumlah pejabat Forkopimda, seperti Wakil Bupati A Muqit Arief, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi, dan sejumlah pejabat OPD Pemkab Jember.

Sedangkan mereka yang mengikuti dari tempat kerja masing-masing antara lain pihak kecamatan, badan usaha milik daerah, Bank Indonesia, juga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember.

Dalam sambutannya, Bupati Faida mengatakan, di tengah penanganan wabah virus corona, Pemkab Jember tetap harus melaksanakan Musrenbang RKPD tahun 2021.

"Ini agar masyarakat tenang, dan kehidupan ekonomi masyarakat bisa berjalan. Musrenbang pun harus tetap jalan," ujar Faida.

3 Daerah di Jatim Masih Bertahan di Zona Hijau Corona, Ini Analisa Ketua Rumpun Kuratif Covid-19

Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Sebut Ada 23 Klaster Penularan Covid-19 di Jatim

Relaksasi Pajak Hotel dan Restoran Tunggu Menteri Keuangan, Karyawannya Masuk Program Pra Kerja

Kepada para peserta Musrenbang secara teleconference, Faida meminta mereka tetap menjalankan tugas dengan tetap menjaga jarak fisik aman, dan mengikuti standar protokol keselamatan.

Faida kemudian memaparkan tentang kondisi makro di Kabupaten Jember, seperti pertumbuhan ekonomi makro Kabupaten Jember, perkembangan pembangunan manusia, juga sejumlah program yang disusun di tahun 2021.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved