Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Pemprov Jatim Hitung Kebutuhan Biaya Siswa Beli Paket Data Selama Belajar di Rumah

Pemprov Jatim tengah menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh murid untuk membeli paket data selama belajar di rumah.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Minggu (12/3/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut, bahwa Pemprov Jatim kini tengah mendata adakah masyarakat, orang tua atau siswa yang merasa berat dengan diselenggarakannya sistem belajar dari rumah selama masa wabah Covid-19

Pasalnya, Pemprov Jatim tengah menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh murid untuk membeli paket data selama belajar di rumah. 

“Saya sebetulnya sedang meminta ke Kepala Dinas Pendidikan untuk menghitung sebetulnya berapa yang harus dikeluarkan murid untuk beli paket data selama belajar di rumah,” kata Khofifah Indar Parawansa, di tengah pelantikan pejabat eselon tiga dan eselon empat di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/4/2020) siang.

Tim Pelatih Arema FC Mulai Rindu Suasana Latihan Bersama di Lapangan Hijau

Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru April 2020, Hp Gaming Redmi Note 8 Rp 1,9 Jutaan, Redmi 8 Rp 1,8 Juta

Harga HP Samsung 13 April 2020, Galaxy M10 hingga Galaxy A71 Mulai 1,7 Juta hingga 30 Jutaan

Memang saat ini ada beberapa media komunikasi yang menyediakan saran belajar di rumah.

Misalnya TVRI dan juga RRI.

Dan hal tersebut harus diberikan apresiasi karena mampu memberikan sarana belajar yang menarik.

Akan tetapi sangat besar kemungkinan masyarakat yang siswanya harus belajar dari rumah dan membutuhkan akses internet.

“Nah misalnya untuk mereka yang di rumah tidak ada wifinya, nggak cukup pakai datanya. Maka selama covid-19 masih belum bisa dihentikan maka mereka akan tetap belajar di rumah, maka tugas Dindik untuk mendata, agar apa yang menjadi kendala mereka untuk belajar di rumah bisa dikomunikasikan,” kata Khofifah.

Dengan tujuan agar pelaksanaan belajar di rumah tidak mengurangi kualitas sistem pembelajaran untuk siswa, maka ia ingin agar semua dikomunikasikan. 

Dalam pelantikan siang ini total ada sebanyak 60 pejabat yang dilantik baik eselon tiga maupun empat, ada hang promosi maupun yang mutasi. 

Untuk mutasi sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wahid Wahyudi bahwa prinsipnya adalah didekatkan dengan rumah. 

“Maka kami usahakan penempatan pejabat itu dekat dengan rumah masing-masing. Karena pada prinsipnya berkumpul dengan keluarga adalah kebahagiaan tak ternilai dan akan meningkatkan semangat mereka untuk melaksanakan tugasnya dan hemat biaya juga,” kata Wahid. 

Detik-detik Aksi Maling di Kantor DPRD Pamekasan Terekam Kamera, Cabut Server CCTV & Congkel Brankas

Kantor DPRD Pamekasan Dibobol Maling, Pelaku Gagal Buka Brankas dan Bawa Kabur Uang Ratusan Ribu

Jenazah PMI Asal Sampang Tiba di Posko Covid-19 , Dipastikan Meninggal karena Stroke dan Diabetes

Sedangkan terkait paket data, Wahid menyebut bahwa Pemprov Jatim memang sempat menerima keluhan terkait kebutuhan paket data untuk pembelajaran online. 

“Ada satu satu yang mengeluhkan kebutuhan dana untuk pembelajaran onlien. Apakah kita akan memberikan support, kemungkinan akan begitu. Sangat memungkinkan untuk ada support,” kata Wahid. “ Tapi ini sedang kita pikirkan,” imbuhnya.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved