Virus Corona di Surabaya

Kampanyekan Gerakan Lawan Covid-19, PT KAI Daop 8 Surabaya Semprot Disinfektan di Masjid dan Mushala

PT KAI Daop 8 Surabaya melaksanakan serangkaian kegiatan dalam kampanye 'Gerakan Lawan Covid 19'.

Foto Humas PT KAI Daop 8 Surabaya
Tim Petugas PT KAI Daop 8 Surabaya saat melakukan penyemprotan disinfektan di Masjid Al Ittihaad. Kamis (16/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Menindaklanjuti kondisi Bencana Nasional Non-Alam yang disebabkan karena wabah penyebaran Virus Corona (Covid 19) di Indonesia, PT KAI Daop 8 Surabaya melaksanakan serangkaian kegiatan dalam kampanye “Gerakan Lawan Covid 19”, dengan cara melakukan kegiatan di sekitar Stasiun Surabaya Gubeng dan Jalan Gubeng Masjid.

Kegiatan tersebut di antaranya penyemprotan cairan disifektan di masjid - masjid, pemberian sembako dan pembagian masker secara gratis.

Pemprov Jatim dan Perusahaan Swasta Tambah 16 Ruang Isolasi untuk Pasien Corona di RSUA Surabaya

Biar Nggak Bosan, Pasien Corona di RS Unair Surabaya Boleh Bawa HP dan Diberi Wifi Gratis

Pemprov Jatim dan Perusahaan Swasta Tambah 16 Ruang Isolasi untuk Pasien Corona di RSUA Surabaya

Hal tersebut diungkapkan oleh Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto.

"Pada kegiatan mengkampanyekan "Gerakan Lawan Covid-19" yang kita gelar di hari ini, satu di antarnya kami wujudkan dengan melakukan penyemprotan disinfektan, yang dimana dilakukan di sarana ibadah," kata Suprapto, Kamis (16/4/2020) di Masjid Al Ittihaad.

Kegiatan penyemprotan dilakukan di sarana ibadah diantaranya di Mesjid Al Ittihaad, Musholla An-Nuur, Musholla Kantor PT KAI daop 8 dan 2 buah Musholla yang berada di dalam area Stasiun Gubeng.

Sedang Jalan Kaki, Tiba-tiba Pria 66 Tahun Kejang-kejang dan Meninggal, Petugas Evakuasi Gunakan APD

Aksinya Terekam CCTV, Bocah Laki-laki Curi Uang Kotak Amal Masjid di Mojokerto

Begini Aturan PSBB di Kota Malang Jika Disetujui Menkes & Gubernur, Sutiaji: Penerapannya Fleksibel

Selain kegiatan penyemprotan disifektan, Tim Humas PT KAI Daop 8 Surabaya juga memberikan sosialisasi kepada para penumpang dan masyarakat sekitar Stasiun Gubeng akan pentingnya menggunakan Masker, apabila terpaksa harus melakukan aktifitas di luar rumah.

"Tindakan menyosialisasikan masker itu kita lakukan, sebab apabila terpaksa harus melakukan aktifitas di luar rumah, khususnya jika tujuannya di stasiun-stasiun yang termasuk diwilayah kami, di mana terhitung per tanggal 12 April 2020 kemarin, kepada para pengguna jasa layanan Kereta api “wajib” menggunakan masker atau kain yang menutupi wajah serta mulut," ujarnya.

Dan apabila ketika melakukan proses boarding, didapatkan ada penumpang yang menolak menggunakan masker atau kain penutup mulut serta hidung, Suprapto menegaskan, maka penumpang yang bersangkutan akan di larang menggunakan kereta api, serta selanjutnya bea tiket akan dikembalikan 100% dil uar bea pesan.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved