Berita Sumenep

Kronologi Dua Pria Madura Nekat Merusak Rumah Warga yang Diduga Dukun Santet dan Punya Ilmu Hitam

Penangkapan dilakukan setelah dua orang pria diduga melakukan pengancaman dan perusakan sebuah rumah milik warga bernama H Misju.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Rumah warga Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, yang dirusak pelaku, Selasa (14/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Tim Resmob dan Tim Jokotole Polres Sumenep meringkus dua orang pria yang berasal dari Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep pada, Selasa (14/4/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Penangkapan dilakukan setelah dua orang tersebut diduga melakukan pengancaman dan perusakan sebuah rumah milik warga bernama H Misju.

Kedua pelaku ingin merusak rumah Misju karena menduga korban memiliki ilmu hitam atau santet.

Berdasarkan data yang dihimpun TribunMadura.com, dua warga Kecamatan Lenteng yang ditangkap itu masing-masing bernama Ach Sunjoto (38) dan Moh Ali Mukti (32).

Tiba di Sampang Madura, 61 TKI dari Malaysia Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari

300 Orang Dicurigai Terinfeksi Covid-19, Hasil Rapid Test 3 Orang di Situbondo Dinyatakan Positif

Dua PDP yang Meninggal di Situbondo Dinyatakan Negatif Corona

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas mengungkapkan kronologi penangkapan dua orang pelaku yang diduga mengancam dan merusak rumah warga milik H Misju.

AKP Widiarti Sutioningtyas menyatakan, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat.

"Dari informasi masyarakat itu, tim kami dari Resmob dan Jokotole Polres melaksanakan penangkapan," kata AKP Widiarti Sutioningtyas, Kamis (16/4/2020).

Lantas bagaimana modus dalam kejadian ini?

Mantan kapolsek kota Sumenep ini mengatakan, dua tersangka yang bernama Ach Sunjoto (38) dan Moh Ali Mukti (32) awalnya mendatangi rumah H Misju.

Setelah keduanya sampai di depan rumah yang diisukan mempunya ilmu hitam tidak keluar dari dalam rumahnya karena merasa takut dan terancam, maka dua pelaku tersebut berteriak - teriak dengan nada keras.

Mendengar teriakan yang membuat suasana panik, saat itu saudara Ali Fikri (cucu dari H Misju) keluar dari rumahnya yang terletak di depan rumah H. Misju tersebut.

"Saat itu juga saudara Ali Fikri ini keluar dari rumahnya, untuk menghalangi kedua pelaku ini agar tidak menggendor pintu rumah H Misju," ungkap Widiarti Sutioningtyas.

Namun, kedua tersangka tetap terus memukul kaca pintu rumah itu dengan tangan sampai kaca rumahnya hingga pecah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved