Berita Sumenep
Guru di Madura Ini Rela Tempuh 22 Kilometer untuk Datangi Rumah Murid Satu Persatu, Kisahnya Viral
Sosok guru SD asal Kabupaten Sumenep ini viral karena rela mendatangi rumah muridnya satu persatu selama penerapan belajar di rumah.
"Sedangkan yang tidak merespons, ternyata bekerja sebagai buruh tani karena sekarang musim panen padi," tambahnya.
Avan merasa kesulitan untuk mengontrol aktivitas murid-muridnya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
Bahkan, untuk melanjutkan pembelajaran model daring, tambah sulit lagi.
Di rumah siswa, ada wali murid tidak memiliki smartphone, atau ada juga yang memiliki smartphone, tapi tidak memiiki paket data internet dan sinyal yang sulit.
"Akhirnya saya putuskan mendatangi rumah mereka satu-satu," ucap dia.
• Dua Jambret di Surabaya Terlibat Aksi Tarik Menarik Tas dengan Korban, Jatuh dari Motor Karena Mabuk
"Saya didik mereka, saya bawa berbagai macam buku agar dibaca dan dipelajari oleh murid-murid," ujar Avan.
Untuk sampai ke rumah murid, ASN angkatan 2010 ini harus menempuh jarak 22 kilometer.
Untuk sampai ke masing-masing rumah, terkadang dia harus jalan kaki karena jalannya tidak bisa dilewati motor.
"Kalau turun hujan, jalannya berlumpur. Jadi saya jalan kaki dan motor saya titipkan di rumah warga," katanya.
Kegiatan tersebut dilakukan suami Fadilatun Laila ini tiga kali dalam sepekan.
Sebab, jika setiap hari dirinya tidak sanggup. 20 siswa didatangi dalam satu hari, waktunya tidak cukup.
Saat dirinya tiba di rumah siswa, tidak langsung bertemu dengan sang anak.
Sebab para murid masih membantu orangtuanya di ladang, menyabit rumput untuk pakan ternak, dan lainnya.
"Saya bagi seminggu tiga kali. Alhamdulillah istri saya sangat mendukung," ungkapnya.
Langkah ini diambil Avan karena inisiatif pribadinya, bukan karena tuntutan pihak sekolah.