Berita Gresik

Rampas Motor Milik Pengendara, Pria di Gresik Dihajar Massa, Pelaku Ternyata Punya Gangguan Jiwa

Pelaku dihadiahi bogem mentah warga hingga pakaian yang dikenakan sobek setelah merampas motor orang lain.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi - Rampas Motor Milik Pengendara, Pria di Gresik Dihajar Massa, Pelaku Ternyata Punya Gangguan Jiwa 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Polsek Manyar memulangkan Muhammad Maskur setelah menjalani pemeriksaan, Minggu (26/4/2020).

Muhammad Maskur diperiksa setelah dirinya merebut motor milik orang lain di atas Jembatan Sembayat Lama, Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Berdasar rangkaian pemeriksaan, diketahui jika Muhammad Maskur memiliki gangguan jiwa.

Dikira Pasangan Mesum, Pasangan Suami Istri ini Digerebek Warga dan Dibawa ke Kantor Satpol PP

Arena Balap Liar Jelang Sahur di Sidoarjo Dikepung Polisi, Mayoritas Pelakunya Berasal dari Surabaya

Pasien Dalam Pengawasan yang Melarikan Diri dari Rumah Sakit Bakal Ditindak Tegas dalam Aturan PSBB

Kanit Reskrim Polsek Manyar, Ipda Suhari menuturkan, pelaku sudah dijemput oleh keluarganya.

Berdasarkan surat keterangan kesehatan yang dibawa keluarga, pihaknya tidak melakukan penahanan.

"Ada surat keterangan rawat jalan di poli jiwa di rumah sakit di Pekalongan,"

"Pelaku bernama Maskur asal Desa Krompeng, Kecamatan Talon, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Saat diperiksa jawabnya ngelantur," kata Suhari, Minggu (26/4/2020).

"Sekarang sudah dijemput dan dibawa pulang keluarganya," sambung dia.

Sekadar informasi, aksi percobaan pencurian ini bermula saat semua orang menjalankan salat Tarawih pada Jumat (24/4/2020) kemarin.

Kemudian pelaku mendatangi korban yang masih di bawah umur tengah mengendarai motor Honda Vario W 3873 BE.

Belum Masuk Data Penerima Bantuan Sosial Pemprov Jatim? Begini Cara Mendaftar Bagi Warga Terdampak

Diabetes Jadi Penyakit Penyerta Tertinggi Pasien Virus Corona di Jawa Timur yang Meninggal Dunia

Tepat di atas jembatan Sembayat lama korban dipaksa menyerahkan motornya dan sempat dinaiki oleh pelaku.

Salah satu saksi mata, Hidayat (50) warga Desa Sembayat mengatakan, korban sempat berteriak minta tolong.

Kemudian salah satu pengendara motor yang melihat kejadian itu langsung menolong korban.

"Ada yang nolong naik motor N-Max, karena takut korban nanti dilempar dari atas jembatan Sembayat ke sungai Bengawan Solo," kata dia.

"Semakin banyak warga yang datang pelaku langsung dibawa ke Kantor Desa Sembayat," terangnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved