Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Alat Test PCR Kurang, Ribuan Sampel Swab Pasien Covid-19 di Jatim Belum Diperiksa

Pemprov Jatim berupaya untuk memperbanyak alat test PCR untuk bisa menguji sampel swab pasien ODP, PDP dan pasien positif Covid-19.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, saat diwawancara, Selasa (12/5/2020). 

Jika mesin PCR ini bisa datang lebih cepat, maka kemampuan tes juga akan lebih banyak dan penanganan pasien juga akan lebih cepat.

Pasalnya alat PCR yang akan didatangkan dari BPOM ini adalah alat tes untuk TBC yang kemudian dibutuhkan modifikasi dan tambahan perangkat untuk juga bisa digunakan untuk test PCR untuk Covid-19.

"Karena di BBTKLPP itu tenaganya banyak, jadi kalau ditambah alat juga masih bisa mengatasi," tegasnya.

Lebih lanjut, untuk RSUD Dr Soetomo, saat ini ada lima alat PCR namun yang saat ini beroperasi hanya dua alat dengan kapasitas test mendapai 350 kali per hari.

Begitu juga dengan RSUA (Rumah Sakit Universitas Airlangga) juga memiliki kapasitas 360 tes dalam sehari.

Padahal setiap harinya, rata-rata sampel yang masuk ke setiap laboratorium mencapai 400 sampel. Sehingga tentu terdapat antrean.

Sehingga, hasil swab baru bisa keluar dalam waktu dua hari atau tiga hari karena kapasitas uji alat yang tidak bisa selesai menghabiskan tes pada seluruh sampel yang masuk pada hari tersebut.

"Kapasitas test 360 sehari itu dari pagi sampai jam 20.00 malam lho. Jadi kalau nggak selesai ya dites esok harinya. Makanya hasil swab itu keluarnya dua atau tiga hari," tandasnya.

Keterbatasan alat dan kapasitas uji ini yang ditengarai menjadi alasan adanya hasil test pada Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terlambat keluar hasilnya dan tak jarang hasil baru keluar saat pasien sudah meninggal dunia.

Hal tersebut banyak terjadi di daerah, utamanya karena setiap daerah tidak memiliki mesin polymerase chain reaction (PCR) sendiri.

Sanusi Usulkan Penerapan PSBB di Kabupaten Malang Parsial, Hanya 14 Kecamatan yang Masuk Zona Merah

Sopir Angkot Geruduk Balai Kota Malang, Minta Kejelasan Soal Penyaluran Bantuan Sosial

Perusahaan Wajib Bayarkan THR Karyawan Menjelang Lebaran, Disnakertrans Jatim Buka Posko Pengaduan

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved