PSBB Malang Raya

PCNU Tunggu Kebijakan Wali Kota Malang Sutiaji Soal Pembatasan Kegiatan di Tempat Ibadah Selama PSBB

Ketua PCNU Kota Malang menunggu kebijakan dari Wali Kota Malang soal pembatasan kegiatan di tempat ibadah selama penerapan PSBB di Malang Raya.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Malang dr KH Isroqunnajah. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama ( PCNU ) Kota Malang dr KH Isroqunnajah menunggu kebijakan dari Wali Kota Malang soal pembatasan kegiatan di tempat ibadah selama penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Malang Raya.

Hal ini dia sampaikan usai mengikuti kegiatan audiensi para tokoh agama dengan Pemerintah Kota Malang di ruang sidang Balaikota Malang, Selasa (12/5).

"Satu sisi memang dilematis. Tapi saya akan tetap mengikuti aturan dan menunggu sosialisasi dari Wali Kota Malang," ucapnya.

2 Opsi Kebijakan yang Diberikan Sutiaji Terkait Kegiatan di Tempat Ibadah Selama PSBB Malang Raya

THR untuk PNS, TNI dan Polri akan Cair Minggu ini, ini Besaran THR dan Perbandingan dengan Gaji 13

Belasan Remaja Gresik Asyik Main Biliar Ramai-ramai di Warung Kopi, Langgar Jam Malam PSBB

Dia menyampaikan, bahwa saat ini masih banyak masjid di Kota Malang yang melaksanakan kegiatan beribadah meski sudah sesuai protap Covid-19.

Untuk itu, dia menunggu kebijakan apa yang nantinya dilakukan oleh Pemkot Malang selama pelaksanaan PSBB di Malang Raya.

Karena dia juga tidak ingin, para jemaah nanti terpapar Covid-19 di tempat ibadah.

"Seperti masjid Jami' dan Sabilillah ini masjid transit. Jadi kita tak tahu siapa saja yang ibadah di sana. Kita tidak harus menunggu para jemaah terpapar. Ini riskan Karena takmir-takmir masjid ini menunggu Wali Kota memberikan informasi ke kita. Sesungguhnya kami akan ikut," ucapnya.

Dia menambahkan, di dalam pandemi Covid-19 ini sebenarnya memiliki tiga otoritas yang saling bersinergi, yakni otoritas kesehatan, kebijakan dan keagamaan.

Di dalam otoritas keagamaan inilah pihaknya menunggu kebijakan dari Pemerintah Kota Malang untuk melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat.

Pria Sampang Keluarkan Celurit, Ancam Polisi Lewat Video di Facebook, Tak Berkutik Saat Tertangkap

Sanusi Usulkan Penerapan PSBB di Kabupaten Malang Parsial, Hanya 14 Kecamatan yang Masuk Zona Merah

Pencuri Mobil Pegawai Bank Dibekuk, Cara Liciknya Bukan Main, Pakai Kunci Palsu Buka Kamar Korban

Karena tidak mungkin, dia akan memberikan imbauan tanpa dasar dari pemerintah daerah.

"Misalkan melakukan pelarangan tanpa dasar dari pemerintah ya tidak mungkin. Jadi kita ikuti saja," ucapnya.

Untuk itu, setelah ada kebijakan dari pemerintah setempat, pihaknya akan langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Seperti skema dan simulasi berkaitan dengan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Malang Raya ini.

"Saya kira NU bersama gerbongnya siap melakukan sosialisasi ke masjid dan ke kampung-kampung agar informasi itu sama dan akan kami lakukan secara masif. Biar saat pelaksanaan PSBB ini berjalan dengan lancar," tandasnya.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved