PSBB Malang Raya

2 Opsi Kebijakan yang Diberikan Sutiaji Terkait Kegiatan di Tempat Ibadah Selama PSBB Malang Raya

Pemerintah Kota Malang memberikan dua opsi berkaitan dengan kegiatan di tempat ibadah selama pemberlakuan PSBB Malang Raya, Selasa (12/5/2020).

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Kegiatan audiensi para tokoh agama dengan Pemerintah Kota Malang di ruang sidang Balaikota Malang, Selasa (12/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang memberikan dua opsi berkaitan dengan kegiatan di tempat ibadah selama pemberlakuan PSBB Malang Raya, Selasa (12/5/2020).

Dua opsi tersebut yang pertama ialah tetap membuka kegiatan di dalam tempat ibadah dengan menyiapkan rapid test.

Sedangkan yang kedua ialah menutup sementara semua tempat ibadah selama 14 hari ke depan atau selama penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Malang Raya.

"Kalau saya minta untuk puasa sebentar kemudian berbuka. Jadi ditutup sementara agar Covid-19 ini benar-benar hilang kemudian kita lakukan aktivitas normal seperti sediakala," ucap Wali Kota Malang, Sutiaji saat melakukan audiensi dengan para tokoh agama.

Dana Rp 12,5 Miliar Disiapkan Pemkot Blitar untuk Bayar THR Para PNS, Eselon II Tidak Dapat THR

Belasan Remaja Gresik Asyik Main Biliar Ramai-ramai di Warung Kopi, Langgar Jam Malam PSBB

Satu Napi LP Bojonegoro Positif Covid-19, Kalapas Ungkap Fakta Sebenarnya dan Kondisi Napi Terkini

Sutiaji menyampaikan, audiensi yang dilakukan ini juga sebagai sarana dalam melakukan sosialisasi terkait PSBB Malang Raya dengan tokoh agama.

Sekaligus juga untuk mendengarkan masukan dari para tokoh agama mengenai kebijakan yang akan dituangkan ke dalam Peraturan Wali Kota (Perwali).

"Jadi kami meminta pendapat dari semua pihak. Masukannya dan konsekuensinya bagaiamana, dan langkah ke depan nanti akan seperti apa kalau sudah PSBB," ucapnya.

Setelah mendapatkan saran dan masukan inilah yang nantinya akan dimasukkan dalam draft yang ada di Perwali.

Kemudian, draft perwal tersebut diajukan kepada Gubernur Jawa Timur agar nantinya dapat dievaluasi.

Satu Pasien Positif Corona di Pamekasan Dinyatakan Sembuh, Tinggal 3 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Tidak Semua Informasi di Media Sosial Soal Klaster Covid-19 Benar, Pemkot Surabaya Ungkap Faktanya

Sanusi Usulkan Penerapan PSBB di Kabupaten Malang Parsial, Hanya 14 Kecamatan yang Masuk Zona Merah

"Intinya dari tiga daerah itu biar bisa mempersiapkan. Tentunya dengan kearifan lokal masing-masing daerah. Karena ini akan masuk dalam instrumen perwal sebelum kami tetapkan," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menyampaikan bahwa saat ini memang belum ada anjuran kegiatan di tempat ibadah selama PSBB Malang Raya.

Akan tetapi, semua kebijakan berkaitan dengan kegiatan di tempat ibadah ini diserahkan semua kepada daerah masing-masing.

Untuk itu, persoalan kegiatan di tempat ibadah ini akan mengacu pada fatwa MUI dan ketentuan di Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 9 Tahun 2020.

"Ini kan hanya pembatasan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sementara provinsi tidak memberikan ketegasan terkait tempat ibadah harus dilarang atau hanya menerapkan protokol kesehatan. Kalau mengacu pada permenkes, maka semua tempat ibadah ditutup untuk umum selama masa PSBB," tandasnya.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved