PSBB di Surabaya

Tidak Semua Informasi di Media Sosial Soal Klaster Covid-19 Benar, Pemkot Surabaya Ungkap Faktanya

Banyak berdar soal klaster Covid-19 di Surabaya yang tidak benar. Pemkot Surabaya ungkap fakta sebenarnya.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Rapid test pengunjung cafe di Kota Surabaya, Senin (13/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya mengungkapkan, tidak semua informasi yang beredar bebas tentang klaster Covid-19 di Kota Surabaya benar.

Apalagi, jika informasi itu beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas.

Satu di antaranya yang menyebut klaster Rumah Sakit Mitra Keluarga Satelit, Pakuwon Mall, PT Sorini, dan Jalan Gembong.

PSBB Surabaya Raya Jilid II, Sanksi Lebih Tegas, Pembatasan Lalu Lintas 24 Jam, KTP Pelanggar Disita

Hasil Swab Negatif, Lima pasien Covid-19 di Tulungagung Dinyatakan Sembuh dan Boleh Pulang

UPDATE Virus Corona di Kabupaten Kediri, Satu Pasien dari Ngadiluwih Sembuh dan Dibolehkan Pulang

"Jadi tidak terhitung klaster,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr Mira Novia, Selasa (12/5/2020).

Contoh klaster itu yang beredar, dan dikonfirmasi Pemkot Surabaya bukan merupakan klaster kasus Covid-19 di Surabaya

dr Mira Novia mengungkapkan, klasifikasi klaster itu ada beberapa ketentuan yang diatur, yang salah satunya terkait penyebarannya.

"Klaster itu jika yang positif lebih dari dua, baru bisa disebut klaster ya, atau yang memang terus bertambah," ungkap dr Mira Novia.

Sejauh ini, klaster di Kota Surabaya berjumlah 16 klaster.

Hal itu diumumkan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di Balai Kota Surabaya, Minggu (10/5/2020).

Tri Rismaharini yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya itu menyebut, klaster itu juga menjadi acuan dari upaya pelacakan atau tracing yang dilakukan pihaknya.

Dari 16 klaster itu, diklasifikasi menjadi beberapa kelompok, di antaranya klaster luar negeri, kedua, klaster area publik sebanyak sembilan.

Kemudian klaster Jakarta, dan tempat kerja berjumlah tiga.

Update Corona di Bangkalan Madura Hari Ini, 20 Positif Covid-19, Satu di Antaranya Berusia 12 Tahun

Demi Kebutuhan Hidup, Tukang Service AC Surabaya Rela Jual Sabu, Kode Kue Dipakai Setiap Transaksi

BREAKING NEWS: PSBB Malang Raya Disetujui Menkes, Besok Pemprov Jatim akan Terima Surat Persetujuan

Selanjutnya, dari klaster seminar dan pelatihan ada dua, serta klaster perkantoran berjumlah dua, dan asrama.

Tri Rismaharini mengungkapkan, jika terdapat temuan warga yang positif maka belum tentu orang tersebut masuk dalam kategori klaster baru. 

Misalnya, dari klaster luar negeri, petugas bakal terus menelusuri riwayat kontak orang tersebut. 

Bila dalam penulusuran itu didapati yang terkonfirmasi, maka hal itu bakal menjadi bagian dari klaster luar negeri. 

 "Ada 16 klaster," kata Tri Rismaharini.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved