Breaking News:

PSBB di Malang

Daftar Aturan PSBB Malang Raya, Pengendara Motor Boleh Boncengan hingga Adanya Jam Berdagang

Aturan yang tidak diperbolehkan saat pelaksanaan PSBB Malang Raya di Kabupaten Malang.

TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Bupati Malang, Muhammad Sanusi ketika ditemui di Rusunawa ASN, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (14/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyampaikan aturan yang tidak diperbolehkan saat pelaksanaan PSBB di Kabupaten Malang.

Muhammad Sanusi menekankan bahwa PSBB Malang Raya hanya sebatas pembatasan, bukan pelarangan.

"Jadi PSBB itu arti huruf P-nya adalah pembatasan, bukan pelarangan," kata Muhammad Sanusi, Kamis (14/5/2020).

Inilah Poin-Poin Aturan PSBB Malang Raya, Kegiatan Ibadah hingga Jenis Usaha yang Boleh Buka

Pasar Tradisional di Kabupaten Malang Diizinkan Tetap Beroperasi selama PSBB Malang Raya

Pakai Hand Sanitizer dari Orang Tak Dikenal, Wanita Ini Tiba-Tiba Tersadar Ada di Tempat Tak Terduga

"PSBB itu gak ada boleh, gak boleh," sambung dia.

Ia menjelaskan maksud perkatannya terkait apa yang tidak boleh dilakukan saat PSBB Malang Raya.

Dia tak memperbolehkan warga Kabupaten Malang berboncengan sepeda motor dengan warga yang secara identitas KTP bukan warga Kabupaten Malang.

"Goncengan gak boleh kalau KTP-nya gak sama," ucap dia.

"Bawa perempuan tapi KTP-nya gak sama ya gak bisa," beber Sanusi menjelaskan.

Bukan Covid-19, Warga Desa di Tulungagung Mendadak Terserang Virus ini, Sampai Tangannya Gemetaran

Namun, Sanusi memperbolehkan warganya berboncengan jika sudah memang satu keluarga.

Hal itu bisa dibuktikan dengan kartu keluarga, meski memiliki domisili KTP yang berbeda.

Halaman
123
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved