Berita Pamekasan

P4TKI Dorong Berdirinya Gedung Sarana Kesehatan untuk Rawat TKI Madura yang Dipulangkan Karena Sakit

Gedung Sarana Kesehatan nantinya digunakan untuk merawat TKI asal Madura yang dipulangkan karena sakit atau meninggal dunia.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
TKI asal Pamekasan saat didata oleh Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 di Terminal Ronggosukowati Pamekasan. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Pamekasan, menginginkan berdirinya Gedung Sarana Kesehatan.

Gedung Sarana Kesehatan nantinya digunakan merawat Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Madura yang dipulangkan karena sakit atau meninggal dunia.

Keinginan tersebut muncul seiring dengan tingginya angka TKI Madura yang berangkat secara non prosedural (ilegal).

Wakil Bupati Sampang Marah saat Sidak ke RSUD dr Muhammad Zyn, Minta Direktur Evaluasi Para Dokter

Penumpang di Bandara Soekarno Hatta Menumpuk, Pemandangan Berbeda Terjadi di Bandara Juanda Surabaya

Mobil Luar Daerah Malang Dilarang Masuk selama PSBB Malang Raya, Hanya Kendaraan ini yang Dapat Izin

Koordinator P4TKI Pamekasan, Hari Sarjana Saputra mengaku, sudah berkoordinasi dengan Dinkes Pamekasan dan Dinkes Sampang untuk mendorong berdirinya Gedung Sarana Kesehatan PMI.

Hari menjelaskan, selama ini belum ada Perusahan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memiliki kantor bertempat di Madura.

Menurut dia, salah satu pertimbangannya belum ada Gedung Sarana Kesehatan PMI di wilayah Madura.

"Adanya Gedung Sarana Kesehatan dan juga Kantor P3MI itu sebagai upaya untuk menekan tingginya angka PMI asal Madura yang berangkat secara non prosedural," kata Hari kepada TribunMadura.com, Jumat (15/5/2020).

Selain itu, Hari menjelaskan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Madura agar menjadi PMI yang berangkat secara prosedural butuh proses yang panjang dan harus telaten.

Meski begitu, ia mengaku optimis bisa menekan tingginya angka PMI di Madura yang berangkat secara non prosedural khususnya di wilayah Pamekasan.

"Kami optimis bisa menekan. Karena dilihat dari data, proses penempatan yang ada di disnaker kabupaten se Madura setiap tahun semakin meningkat yang berproses secara prosedural," pungkas dia.

Jelang Lebaran, Dua Wanita asal Bangkalan Edarkan Uang Palsu, Sasar Toko-Toko Kecil untuk Beraksi

Pelanggar Aturan PSBB Malang Bakal Dapat Sanksi Teguran hingga Penindakan Jika Tetap Membandel

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved