Berita Lamongan
Uang Palsu Marak Beredar Jelang Hari Raya Idul Fitri, Ini Cara Mudah Membedakan Uang Asli dan Palsu
Banyak oknum tak bertanggung jawab yang mengedarkan uang palsu menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Menukarkan uang dengan pecahan uang baru seakan menjadi tradisi masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Namun, kebiasaan masyarakat Indonesia menukarkan uang baru sering dimanfaatkan orang-orang tak bertanggung jawab.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak uang palsu beredar di tengah masyarakat.
• Kerumunan Warga Terjadi saat Pencairan BST di Mojokerto, Abaikan Physical Distancing di Zona Merah
• Pemprov Jatim Izinkan Masyarakat Mudik Hari Raya Idul Fitri Khusus di Daerah Aglomerasi PSBB
• Bupati Pamekasan Serahkan Langsung BLT Dana Desa pada 142 KPM Desa Bunder, Disaksikan Gubernur Jatim
Karenanya, Polres Lamongan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kapolres Lamongan, AKBP Harun mengatakan, pihaknya belum menemukan ada peredaran uang palsu di Kabupaten Lamongan.
Meski begitu, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada.
Sebab bulan Ramadan kerap dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.
"Kewaspadaan itu sangat penting," kata Harun saat dikonfirmasi Surya.co.id ( grup TribunMadura.com ), Jumat (15/5/2020).
"Apalagi mendekati lebaran kaya gini, orang mau tukar-tukar uang, mecah uang kan banyak," sambung dia.
• Jelang Lebaran, Dua Wanita asal Bangkalan Edarkan Uang Palsu, Sasar Toko-Toko Kecil untuk Beraksi
• Cara Memberi Laporan ke Posko Pengaduan THR Lewat Online, Tak Perlu Repot Datang ke Tempat
Sebagai langkah antisipasi peredaran uang palsu, polisi akan melakukan pengecekan di sejumlah tempat yang berpotensi terjadi peredaran uang palsu, seperti tempat penukaran uang, pertokoan, dan sebagainya.
"Akan kita cek, kita lidik kalau memang ada," kata dia.
Harun juga meminta kepada masyarakat untuk tidak segan melapor ke pihak kepolisian jika menemukan uang palsu.
Kata dia, peran aktif masyarakat akan sangat membantu pemberantasan uang palsu.
"Kalau memang menemukan ada uang palsu, silakan laporkan ke Polres Lamongan maupun Polsek," kata dia.
Harun memastikan akan menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan sebagai upaya agar jangan sampai ada yang tertipu.
Masyarakat diminta menerapkan kewaspdaan, dengan 3D yaitu, dilihat, diraba, dan diterawang. (Hanif Manshuri)
• Bawa Kabur Motor Curian, Maling di Gresik Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas, Begini Nasibnya Kini
• Puluhan Warga Ngawi Keracunan Massal usai Buka Puasa, Diduga Karena Nasi Kotak Syukuran Kasun Baru