Kasus Kelima Virus Corona di Sampang

Dinkes Sebut Hampir Semua Pasien Virus Corona di Sampang Terlambat Terima Hasil Test Swab Covid-19

Ada keterlambatan pengiriman hasil test swab pasien kelima virus corona Covid-19 di Kabupaten Sampang.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Agus Mulyadi. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Plt Kepala Dinkes Sampang, Agus Mulyadi mengatakan, ada keterlambatan hasil test swab pasien kelima virus corona Covid-19 di Kabupaten Sampang.

Agus Mulyadi menuturkan, hasil test swab pasien seharusnya sudah keluar dalam waktu lima hari.

"Hasil swab yang harusnya lima hari tapi harus menunggu berhari-hari," kata dia, Senin (18/5/2020).

BREAKING NEWS - Kasus Virus Corona Covid-19 di Sampang Madura Bertambah Satu Orang

Perawat RS Royal Surabaya yang Meninggal Dunia saat Hamil Belum Dipastikan Terinfeksi Virus Corona

Pasien ke-5 Virus Corona di Sampang Sempat Diizinkan Pulang ke Rumah Sebelum Hasil Test Swab Keluar

"Hampir semua pasien di Sampang begitu," terangnya.

Akibat keterlambatan itu, pasien sempat diizinkan pulang ke rumah.

Ia menyebut, pasien mendapat izin pulang lantaran kondisinya membaik.

"Sudah lama yang diisolasi saya lupa tapi kondisinya membaik sehingga dipulangkan," ujarnya, 

Ia mengatakan, terjadi keterlambatan pengiriman hasil test swab pasien.

Saat hasil swab keluar dan dinyatakan positif Covid-19, pasien kembali diisolasi ke Gedung BLK Sampang.

"Saat ini pasien sudah berada di ruang isolasi BLK," tuturnya.

Kasus Ke-5 Virus Corona di Sampang Merupakan Pedagang Kain, Punya Riwayat Bepergian ke Surabaya

Puluhan Pemuda Pamekasan Terjaring Razia Cafe saat Siang Hari Bulan Puasa, Dapat Hukuman Push Up

Sebelumnya, Kasus kelima virus corona di Kabupaten Sampang merupakan perempuan warga Kecamatan Pengarengan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sampang, Djuwardi mengatakan, hasil uji swab pasien keluar pada siang hari ini.

Kesehariannya, pasien merupakan penjual kain dan sering melakukan kulakan barang dagangannya ke luar kota yang berstatus zona merah.

"Jadi dimungkinkan pasien terpapar saat mengulak barang dagangannya ke luar kota," ujar Djuwardi kepada TribunMadura.com.
Untuk diketahui, update perkembangan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada lima orang.

Lalu, ada 8 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan jumlah ODP sebanyak 445. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved