Virus Corona di Jawa Timur

Peningkatan Jumlah Penumpang Pesawat Disebut Jadi Penyebab Melonjaknya Kasus Covid-19 di Jawa Timur

Jumlah penumpang pesawat yang datang dan berangkat dari Bandara Juanda mencapai 1.400 hingga 1.500 an orang per hari.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Ketua Gugus Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur yang juga Dirut RSUD dr Soetomo, Joni Wahyuhadi, Senin (4/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi mengatakan, jumlah penumpang pesawat datang dan berangkat melalui bandara di Jawa Timur meningkat pesat.

Per Kamis (21/5/2020), jumlah penumpang pesawat yang datang dan berangkat dari Bandara Juanda mencapai 1.400 hingga 1.500 an orang per hari.

Padahal, saat awal layanan penerbangan kembali dibuka, jumlah penumpang pesawat udara yang datang dan berangkat dari Bandara Juanda hanya 27 hingga 30 orang per harinya.

Banyak Warga Berjubel ke Mall, Pria ini Gelar Aksi Pakai APD Lengkap, Bentang Poster Sindiran

Kasus Virus Corona di Jawa Timur Bertambah 502, Surabaya Jadi Penyumbang Pasien Covid-19 Terbanyak

Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Jadi Klaster Baru Penyebaran Virus Corona, 20 Nakes Positif Covid-19

Joni Wahyuhadi menyebut, hal ini menjadi salah satu penyebab atau faktor tingginya penambahan kasus baru terkonfirmasi covid-19 di Jawa Timur.

Penambahan kasus baru Covid-19 di Jawa Timur mencapai 502 kasus.

"Salah satu faktor naiknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim selain penambahan dari PDP yang cukup banyak yaitu 53,3 persen, ternyata mobilitas penumpang udara yang berangkat dan datang ke Jatim meningkat banyak," kata Joni.

Hal tersebut menjadi potensi penyebab penularan virus karena seharusnya ada kedispilinan tinggi untuk bisa menekan laju pertambahan kasus covid-19 harus dilakukan jika ingin pandemi berakhir.

"Data dari bandara Juanda menyebut sekarang ada 1.400 penumpang hingga 1.500 penumpang yang datang dan berangkat dari dan ke Jatim," jelas dia.

"Walaupun sudah dilakukan screening tapi ini juga menjadi faktor yang bisa menaikkan kasus corona virus di Jatim," tegas Joni.

Gugus Tugas: 50 Warga Tulungagung Abai Pakai Masker, Sosialisasi dan Anjuran sudah Dilakukan

Kasus Baru Virus Corona di Jawa Timur Capai 502 Pada 21 Mei 2020, Ini Kata Tim Gugus Tugas Jatim

Kata dia, virus corona tidak bisa menyebar sendiri melainkan dibawa oleh orang yang terinfeksi dari satu tempat ke tempat yang lain.

Penambahan kasus baru virus corona harus menjadi warning bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan.

"Kalau kendaraan yang keluar masuk Surabaya terbilang stabil tidak ada yang naik atau turun secara drastis. Tapi yang dari jalur udara ini yang harus jadi perhatian," ucapnya.

Dari Pemprov Jatim, dikatakan Joni, ada upaya yang dilakukan, yaitu 3T yang merupakan treatment, tracing dan test.

Tes yang masif menjadi salah satu yang menjadi langkah yang diupayakan Pemprov Jatim melalui laboratorium yang ada.

"Semakin banyak tes yang kita lakukan, maka semakin banyak juga orang yang diketahui terinfeksi covid-19," tegasnya.

Tenaga Medis asal Bangkalan Madura Positif Covid-19, Jadi Pasien Virus Corona ke-28

Habib Umar Abdullah Assegaf Dilaporkan ke Polisi, Diyakini sebagai Pria Berjubah Putih dalam Video

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved