Breaking News:

New Normal di Jawa Timur

Siapkan Konsep 'New Normal' untuk Pondok Pesantren, Khofifah: Misalnya Hentikan Salaman-Wajib Masker

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tengah menyusun protokol kesehatan new normal untuk pondok pesantren.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Kamis (28/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya kini tengah menyusun protokol kesehatan dalam rangka persiapan menghadapi new normal atau normal baru kehidupan di tengah virus corona ( Covid-19 ).

Protokol kesehatan tersebut khususnya bakal diterapkan pada santri yang akan kembali ke Pondok Pesantren.

Pasalnya surat pedoman dari Kementerian Agama RI yang mengatur tentang kebijakan kegiatan pesantren dalam menghadapi new normal sudah diterima oleh Pemprov Jatim kemarin dan sudah dalam tahap pembahasan bersama kalangan pesantren.

“Pedoman dari Kemenag terkait kegiatan di pesantren dalam menghadapi new normal sudah kami terima kemarin malam. Dan kita ini sedang bersiap rapat malam ini bersama kalangan pesantren terkait kebijakan itu, begitu selesai rapat kami akan sampaikan hasilnya,” kata Khofifah Indar Parawansa dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Kamis (28/5/2020) malam.

Rapat tersebut digelar tertutup dengan melibatkan sejumlah pihak strategis baik kalangan Pemprov Jatim maupun dari kalangan pesantren di Jawa Timur.

Pamekasan Kini Miliki 3 Rumah Sakit Rujukan Khusus Rawat Pasien Covid-19, Mampu Menampung 36 Orang

Pemberian BLT Dana Desa di Sampang Madura Diperpanjang Jadi 6 Bulan, Jumlah yang Diterima akan Naik

 

Video Syur Mirip Syahrini Tersebar di Dunia Maya, Libatkan Banyak Orang, Aisyahrani: Ini Konspirasi

Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil untuk para santri yang akan kembali ke pesantren, saat berada di pesantren bisa benar-benar aman dari penyebaran Covid-19.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Kohar Hari Santoso.

Kohar Hari Santoso mengataka,n bahwa regulasi ini butuh pembahasan secara intens dengan mempertimbangan banyak aspek. Mulai dari keamanan, kesehatan, dan juga dari sisi kependidikannya.

“Kita juga menghitung dari segi peluang dan risikonya. Maka kita akan sesuaikan regulasinya dengan panduan yang dari Jakarta, dalam waktu dekat aturan itu akan siap,” kata Kohar Hari Santoso.

Sebagaimana ramai diberitakan bahwa pendidikan pesantren tak luput dari sektor yang disiapkan untuk menghadapi new normal ditengah pandemi Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved