Virus Corona di Sampang

Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 di Sampang Madura akan Memperoleh Insentif dari Pemerintah

Pemerintah akan memberikan insentif untuk tenaga medis yang bertugas menangani pasien positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Sampang, Madura.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
RSUD dr. Mohammad Zyn Jalan Rajawali Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Pemerintah akan memberikan insentif untuk tenaga medis atau tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Sampang, Madura.

Insentif tersebut akan diberikan setiap bulannya dengan nominal bervariasi, tergantung dari keahlian masing-masing.

Tenaga kesehatan tersebut antara lain, Tenaga Spesialis, Dokter, perawat, bidan, dan tenaga lainnya yang berhubungan dengan penanganan Covid-19.

Selama Arus Mudik Lebaran, Polres Trenggalek Tilang 11 Travel Gelap dari Surabaya, Sidoarjo & Malang

4 Jenazah TKI Sampang di Malaysia, Keluarga Syok Terima Kabar Rohmat Meninggal karena Infeksi Paru

Update Corona di Pamekasan Rabu 3 Juni: Satu Pedagang Ikan di Pasar Kolpajung Terpapar Covid-19

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sampang Agus Mulyadi menyebutkan, bagi tenaga spesialis akan menerima insentif sebesar Rp. 15 juta dan dokter sebesar Rp. 10 juta.

“Sedangkan, perawat dan bidan nominal intensifnya sama yakni, Rp. 7,5 juta dan bagi tenaga lainnya menerima Rp. 5 juta,” ujarnya kepada TribunMadura.com, Rabu (3/6/2020).

Dijelaskan, kriteria tenaga kesehatan yang berhak menerima intensif merupaka tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pasien terdampak Covid-19.

Seperti tenaga kesehatan yang merawat pasien di ruang isolasi maupun petugas yang melakukan screening di Rumah Sakit.

“Bahkan Satpam juga berhak mendapatkan dana intensif tersebut,” Terang Agus Mulyadi.

Namun, sejauh ini administrasi intensif tenaga kesehatan masih dalap tahap proses sehingga dirinya berharap agar lekas terselesaikan agar dapat dicairkan.

“Untuk pengajuannya, mulai dari rumah sakit kemudian diserahkan ke Dinas Kesehatan, lalu ke Pemprov dan selanjutnya ke Pmerintah Pusat,” ucapnya.

Jumlah Wisatawan Mancanegara di Jatim Hanya 21 pada April 2020, Menurun Tajam Akibat Pandemi Corona

Update Corona di Pamekasan Rabu 3 Juni: Satu Pedagang Ikan di Pasar Kolpajung Terpapar Covid-19

Info BMKG Peringatan Dini Rabu 3 Juni 2020 di Sumenep: Waspada Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Lebih lanjut, Agus Mulyadi menyampaikan, bahwa pemberian dana intensif merupakan bentuk kepedulian pemerintah atas pengapdian tenaga kesehatan yang berada di garis depan untuk menangani pandemi covid-19.

“Terlebih pengabdian tenaga kesehatan mempertaruhkan nyawanya untuk menangani pasien yang terpapar covid-19,” pungkasnya.

Pemerintah Beri Insentif untuk Tenaga Medis

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved