Virus Corona di Bangkalan

Pasien Covid-19 di Bangkalan Meningkat Signifikan selama Sepekan, Ada 50 Kasus Per 3 Juni 2020

Terjadi peningkatan secara signifikan jumlah pasien positif terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan, Rabu (3/6/2020) malam 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Update Peta Sebaran Covid-19 atau virus corona di Kabupaten Bangkalan, Rabu (3/6/2020).

Dalam sepekan terakhir, ada peningkatan secara signifikan jumlah pasien positif terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

Hingga Rabu (3/6/2020) malam, total jumlah pasien positif Covid-19 terdata sebanyak 50 orang.

Calon Jemaah yang Batal Ibadah Haji 2020 Bakal Dapat Keuntungan Lebih, Simak Cara Mendapatkannya

Kisah Penjual Kue di Mojokerto Gagal Pergi Ibadah Haji 2020, Telan Kecewa setelah 10 Tahun Menunggu

Dinsos Kota Blitar Temukan Ratusan Data Penerima Bantuan Sosial Dampak Covid-19 Tidak Tepat

Sebelumnya, tambahan pasien positif Covid-19 terbanyak sejumlah 11 orang terjadi pada Selasa (2/6/2020) malam.

Juru Bicara Humas Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan, Agus Zain mengungkapkan, klaster pelarayaran mendominasi penyebaran Covid-19, disusul klaster Surabaya.

"Dari 50 pasien positif Covid-19, sebanyak 27 pasien atau 54 persen di antaranya adalah kluster pelayaran," ungkap Agus, Kamis (4/6/2020).

"Disusul kluter Surabaya sebanyak 14 pasien atau 28 persen," sambung dia.

Kluster lokal, Bangkalan, tercatat sebanyak 5 pasien atau 10 persen.

Disusul kluster Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) sebanyak 5 pasien dan kluster Jakarta tercatat 1 pasien.

Pemuda ini Melompat ke Sungai dari Jembatan Gantung di Malang, Evaluasi Korban Berjalan Dramatis

Sekedar diketahui, kluster penyakit atau kluster infeksi adalah satu kelompok dengan satu kejadian kesehatan yang sama, yang terjadi dalam area dan waktu yang sama.

Kluster pelayaran yang dimaksud yakni 27 kelompok kasus yang saling terhubung.

"Pasien positif dalam perawatan sebanyak 36 orang, pasien positif sembuh sejumlah 11 orang, dan meninggal dunia sebanyak 3 orang," jelas Agus.

Ia memaparkan, hingga 5 Mei 2020 pihaknya telah menggelar rapid test terhadap 1.917 orang.

Hasilnya, sebanyak 1.811 orang dinyatakan non reaktif dan 107 orang lainnya reaktif.

"PDP dalam perawatan sejumlah 6 orang, PDP sembuh sejumlah 3 orang, dan meninggal dumia sebanyak 25 orang," pungkasnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Tahun Ajaran Baru Sekolah di Surabaya Belum Dipastikan, Disdik Tunggu Surat Resmi dari Kemendikbud

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved