Virus Corona di Gresik

Jenazah PDP Covid-19 Dibawa Pulang Paksa Keluarga, Warga yang Terlibat Terancam Jalani Rapid Test

Jenazah berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dibawa pulang paksa oleh keluarganya.

TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Warga melakukan pemulangan paksa PDP di RS Walisongo, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Selasa (9/6/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Satu jenazah berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Walisongo Kabupaten Gresik dibawa pulang paksa, Selasa (9/6/2020).

Jenazah itu dibawa pulang paksa oleh keluarganya dari Rumah Sakit Walisongo.

Kejadian itu pun berbuntut panjang.

Update Kasus Virus Corona di Pamekasan, Satu Pasien Dipulangkan dari RSUD Dr H Slamet Martodirdjo

Konten Video Youtuber Madura Telanjur Viral, si Pembuat Malah Terancam Dipenjara Karena Hal Fatal

Mobil Ambulans Rombongan Pemakaman PDP Covid-19 di Kota Malang Ditabrak, Petugas Sempat Pingsan

Tim Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Gresik akan melakukan rapid test kepada warga yang terlibat saat itu.

Juru Bicara Satgas Covid 19 Gresik, drg Saifudin Ghozali mengaku, sudah berkoordinasi dengan pihak Muspika Balongpanggang untuk melakukan rapid test.

Kata dia, tim Satgas Covid 19 Pemkab Gresik akan melacak riwayat kontak warga dan keluarga yang terlibat dalam prosesi pemakaman itu.

"Rapid test akan kita laksanakan dalam waktu dekat," ucapnya, Kamis (11/6/2020).

Dikatakannya, unsur dari TNI dan Polri akan dilibatkan dalam penyelenggaraan rapid test virus corona atau Covid-19 ini.

"Siapa yang terlibat dalam proses pamakaman akan kita tracing semua, yang hasil rapid test reaktif akan kita swab semua," tegas Kepala Dinkes Gresik ini.

Kebun Binatang Surabaya Berpeluang Kembali Dibuka untuk Umum pada Pekan Ketiga Juni 2020 Ini

Ghozali mengaku, pasien sudah berstatus PDP maka protokol penanganan jenazah pasien Covid-19 tetap dimakamkan sesuai prosedur pemulasaraan Covid-19.

Sebelumnya, aksi membawa pulang paksa jenazah covid-19 di Rumah Sakit Walisongo ini bermula saat pihak keluarga memaksa rumah sakit agar mengizinkan mereka untuk memakamkan jenazah dengan prosedur normal.

Keluarga tak percaya pasien itu meninggal karena terpapar Covid-19, karena hanya mengalami sakit HB rendah.

"Jadi begini, ketentuan PDP itu ada kriterianya. Untuk kejadian di Balongpanggang, ada masyarakat yang tidak mau dimakamkan dengan standar Covid-19 dan itu sudah terjadi, yang penting solusinya," ungkap dia.

"Mereka kita tracing dan dirapid test jika reaktif langsung kita swab," tutupnya. (wil)

Terminal Purabaya Kembali Beroperasi, Terapkan Bangku Bus Berjarak Meski Batasan Penumpang Dihapus

VIRAL, 5 Anak Bersaudara Yatim Piatu Diduga Karena Corona, Ditolak Panti Asuhan Karena sebuah Fakta

Penulis: Willy Abraham
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved