Breaking News:

Virus Corona di Pamekasan

Kapolres Pamekasan Minta Masyarakat Tak Mengambil Paksa Jenazah Covid-19, Sebut Melanggar Hukum

Kapolres Pamekasan kepada masyarakat Pamekasan jangan mengambil paksa jenazah Covid-19 yang sudah ditangani oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari saat di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Kasus pengambilan paksa jenazah pasien virus corona atau Covid-19 masih terjadi di Indonesia.

Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Kala itu, pengambilan paksa jenazah Covid-19 yang terjadi di Pamekasan, dilakukan oleh sekitar 300 warga setempat sembari menenteng senjata tajam.

Ayo! Belajar Menjadi Youtuber bersama Aliansi Pemuda Madura (APM) di Gedung SKD Batuan Sumenep

Viral Uang Koin Rp 1000 Gambar Kelapa Sawit Dijual Puluhan Juta Rupiah, Kolektor: Asal Posting Saja

Kabar Gembira, Polres Sumenep Gelar Pembuatan SIM Gratis pada 1 Juli 2020, Simak Syaratnya

Ratusan warga tersebut mengadang ambulans yang melintas di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (10/6/2020) sekira pukul 22.00 WIB malam.

Selain mengadang, warga juga mengambil paksa jenazah pasien berinisial S (60) yang meninggal di Rumah Sakit Moh Noer Pamekasan.

Adanya peristiwa pengambilan jenazah Covid-19 ini, Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari langsung merespon.

Ia meminta kepada masyarakat Pamekasan jangan mengambil paksa jenazah Covid-19 yang sudah ditangani oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten.

Sebab, kata dia perbuatan tersebut melanggar ketentuan hukum.

Selain itu juga akan mengakibatkan risiko penularan bagi keluarga dan masyarakat lainnnya.

"Apabila terjadi pengambilan jenazah Covid-19 ini secara paksa, maka akan menyebabkan bertambahnya masyarakat yang terpapar Covid-19," kata AKBP Djoko Lestari kepada TribunMadura.com, Rabu (17/6/2020).

Masa Transisi New Normal Mulai Diterapkan, Sekolah di Pamekasan Pilih Metode Pembelajaran Online

Pemkot Surabaya Buka Alamat Pasien Covid-19 Via Website, Ini 5 Tanda yang Termuat Dalam Peta Sebaran

Respons Sejumlah Pedagang Terkait Rapid Test Covid-19 di Pasar Gadang Malang: Pura-pura Tidak Tahu

AKBP Djoko Lestari juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Pamekasan untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19.

Caranya, kata dia, hanya cukup mematuhi protokol penanganan Covid-19.

Ia berjanji, akan terus berupaya untuk melakukan edukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait protokol penanganan jenazah pasien Covid-19.

"Semoga kita semua diberikan perlindungan dan keselamatan oleh yang maha kuasa, dan semoga masyarakat Pamekasan terbebas dari penularan Covid-19," doanya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved