Breaking News:

5 Pasien Corona PT Tanjung Odi Sumenep

Wakil Ketua DPRD Sumenep Menilai Bupati Abuya Busyro Karim Gagal Tangani Pendemi Covid-19 di Madura

Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi mengkritisi kebijakan Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim dalam menangani pandemi Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Polisi saat melakukan pengecekan pada karyawan gudang pabrik rokok PT Tanjung Odi Kabupaten Sumenep, Kamis (9/4/2020). 

"Hasilnya terbukti hari ini, pekerja PT Tanjung Odi banyak yang terpapar virus corona," terangnya.

Tak tanggung-tanggung, Indra Wahyudi menilai, telah terjadi tebang pilih, sehingga terjadi ketidakadilan dan melahirkan ketidaktegasan bagi pemerintah daerah.

"Kenapa tempat usaha ekonomi yang lain ditutup. Ada apa?. Terhadap usaha pariwisata dan kafe sangat tegas, tapi perusahaan pabrik tidak ditutup. Padahal sudah jelas menjadi klaster Covid-19," tegasnya.

"Tidak ada jalan lain, tutup PT Tanjung Odi," pintanya.

PT Tanjung Odi Klaster Baru Virus Corona

PT Tanjung Odi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Status itu diperoleh PT Tanjung Odi setelah beberapa karyawan terpapar virus corona atau Covid-19.

Namun, manajemen pabrik rokok itu memutuskan untuk tetap beroperasi seperti biasa.

BREAKING NEWS: Tambah 5 Pasien Positif, PT Tanjung Odi Sumenep Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Layanan Posyandu di Sampang Madura Berhenti Selama Pandemi Virus Corona, Tapi Angka Stunting Menurun

Sambut HUT Bhayangkara Ke-74, Polres Sumenep Gelar Bakti Sosial Donor Darah

Pejabat Sementara (Pjs) Kasie Personalia General Affair (PGA) PT. Tanjung Odi Sumenep, Ricky Cahyo mengatakan jika perusahaan tersebut tetap memproduksi rokok.

"Kami tetap berproduksi," kata Ricky Cahyo pada TribunMadura.com.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved