Breaking News:

Berita Surabaya

Risma Sujud Sambil Nangis di Kaki Dokter, Nasdem Jatim: Paling Bahaya Kalau Sampai Playing Victim

Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Timur Bidang Media dan Komunikasi Publik, Vinsensius Awey ikut bersuara menanggapi aksi sujud Risma depan dokter.

Kolase TribunMadura.com (Sumber: TribunMadura.com)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat sujud di depan dokter 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Timur Bidang Media dan Komunikasi Publik, Vinsensius Awey ikut bersuara menanggapi aksi sujud Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini kepada seorang dokter dari RSUD dr Soetomo Surabaya.

Menurut Awey, sapaan akrabnya, aksi Risma sujud di hadapan dokter menunjukan ketidakmampuan Risma dalam menertibkan warganya agar patuh untuk menjalankan protokol kesehatan.

Adik Via Vallen Tak Percaya Pembakar Mobil Kakaknya adalah Vianisti: Masa Fans Senekat itu, Ngeri

Fakta Baru Pembakar Mobil Alphard Via Vallen, Pelaku Bawa Jimat dan Sempat Beli Jenglot di Brebes

Update Corona di Kota Batu Selasa 30 Juni 2020, Total 61 Kasus Positif Covid-19, OTG 399 Orang

Namun bisa juga, Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini ingin menunjukan kepada publik bahwa seakan akan pengelola RSUD Dr Soetomo sangat kejam dan bertindak tidak adil terhadap warga Kota Surabaya karena berkali kali menolak untuk bertemu dan berkoordinasi dengan Risma.

"Kalau tujuannya adalah yang ke 2 maka ini sangat berbahaya karena dapat menyesatkan penggiringan opini dari hal yang benar bisa menjadi tidak benar dan sebaliknya," kata Awey, Selasa (30/6/2020).

Padahal jika merujuk data yang ia dapatkan RSUD Dr Soetomo, per hari ini telah dihuni oleh 79 persen pasien ber KTP Surabaya.

Untuk itu lah Awey mempertanyakan tujuan Risma menangis dan bersujud di hadapan dr Sudarsono.

"Kalau RSUD Dr Soetomo bertindak diskriminatif terhadap warga kota Surabaya, boleh lah Wali Kota bersujud berkali kali dan meminta belas kasihan," lanjutnya.

Awey juga menjelaskan jika RSUD Dr Soetomo merupakan milik Pemprov Jawa Timur yang melayani 38 kota/kabupaten se Jawa Timur.

 

Kasus Covid-19 Ditemukan di Perumahan Mewah Surabaya, Pemkot: Pemilik Rumah Isolasi Mandiri

Pria Sampang Gelapkan 32 Mobil Rental, Demi Tutup Setoran Uang Sewa Sampai Nunggak Berminggu-minggu

Kasus Covid-19 Ditemukan di Perumahan Mewah Surabaya, Ada Satu Orang Terpapar Corona di Luar Negeri

Sehingga jika RSUD Dr Soetomo melayani bukan hanya warga Kota Surabaya adalah hal yang wajar.

"Tapi yang paling membahayakan adalah kalau sampai 'bermain korban' ( playing victim ) seolah-olah memposisikan diri sebagai seorang korban untuk berbagai alasan dan ujung-ujungnya mengalir simpati kepada korban. Sisi lain hujatan kepada pihak RSUD Dr Soetomo dan Pemprov yang diposisikan sebagai subyek yang menindas korban," kata Awey.

Menurut Awey seharusnya Risma dengan seluruh jajaran ASN yang ada di bawah satu komando wali kota fokus untuk memutus rantai Covid-19 dan atau mengurangi penyebaran pandemi Covid-19 ini.

"Bukannya meledak-ledak, menangis dan bersujud. Ketiga hal itu tidak mampu untuk menurunkan jumlah pasien Covid-19 dari hari ke hari dan bukanlah protokol mitigasi kesehatan. Sehingga tidaklah perlu bertindak terlalu jauh sampai bersujud," ujar Awey.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved