Breaking News:

Berita Sampang

PJU di Sampang Banyak Rusak, Dishub Telan Dana Pemeliharaan Rp 200 Juta dalam Waktu 6 Bulan

Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang menganggarkan dana sekitar Rp 500 juta untuk pemeliharaan Penerang Jalan Umum (PJU).

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
PJU di Jalan Trunojoyo Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (1/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang menganggarkan dana sekitar Rp 500 juta untuk pemeliharaan Penerang Jalan Umum (PJU) di wilayah kerjanya.

Anggaran tersebut diberlakukan selama satu tahun.

Sejak Januari hingga Juni 2020, anggaran sudah terserap 40 persen.

Jalan di Sekitar Monumen Trunojoyo Sampang Diusulkan Dijadikan Satu Arah, Dilakukan Penataan PKL

Rumah Dinas Kapolres Pamekasan Didatangi Dandim dan Anggota saat HUT Bhayangkara, Ada Kejutan

Petani Diimbau Tak Tanam Tembakau di Dekat Pantai dan Sawah Irigasi, Bisa Turunkan Hasil Panen

Selama ini sudah banyak PJU di Kabupaten Sampang yang mengalami kerusakan.

Kasi Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Sampang, Heri Budiyanto mengatakan, pihaknya memilili tim di setiap kecamatan yang bertugas keliling untuk mengecek kondisi PJU.

Bila ada kerusakan PJU di daerah kecamatan. para penjaga melaporkan dengan cara memfoto dan mengirimkan ke kantor.

"Setelah disampaikan ke kantor, petugas langsung bergerak untuk memperbaiki," ujarnya kepada TribunMadura.com, Rabu (1/6/2020).

Dijelaskandia, selama ini PJU yang mengalami kerusakan lumayan banyak karena sempat mengalami kerusakan jaringan listrik.

Terlebih, juga ada yang mengalami kerusakan karena faktor kabelnya terbakar, dan lampu mati.

Daftar Tarif Iuran BPJS Kesehatan untuk Peserta Mandiri Kelas I dan II, Berlaku Mulai 1 Juli 2020

"PJU yang bermasalah atau rusak berlokasi di Kecamatan Sokobanah, Banyuates, Ketapang, Camplong, Kedungdung, dan Pengarengan," terangnya.

Lebih lanjut, penggunaan anggaran pemeliharaan pada saat memperbaiki PJU rusak juga digunakan untuk membayar, BBM, material, honor yang memperbaiki.

Bahkan pihaknya mengaku untuk lampu listrik yang mati tetap dilakukan pembayaran bayar, sebab berdasarkan penagihan dari PLN.

"Untuk habisnya dana pemeliharaan tidak bisa di prediksi, tergantung kerusakan di lapangan, cuma anggaran keselurahan itu sekitar Rp 500 juta, tapi tidak termasuk yang pembayaran rekening listrik," pungkasnya.

Virus Corona Belum Mereda, Kini Muncul Virus Baru Flu Babi G4 di China, Berpotensi Jadi Pandemi

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved