Virus Corona Belum Mereda, Kini Muncul Virus Baru Flu Babi G4 di China, Berpotensi Jadi Pandemi
Sama seperti Covid-19, flu babi G4 ini ditemukan di China dan bisa mengancam sebagai pandemi baru.
Ferret sendiri memang umum digunakan sebagai obyek penelitian karena gejala flunya sangat mirip dengan manusia, yakni demam, batuk, dan bersin.
• Bensin Premium dan Pertalite Bakal Dihapus PT Pertamina secara Perlahan, Ada 3 Tahapan Penghapusan
• Dokter RS Haji Surabaya Meninggal Dunia, Sempat Dirawat Sepekan Karena Terinfeksi Virus Corona
Hasilnya, virus G4 ini sangat menular.
Selain itu, virus G4 juga menyebabkan gejala yang lebih serius pada ferret daripada virus-virus yang lainnya.
Hasil tes juga menunjukkan kekebalan yang didapat manusia dari paparan flu musiman, tidak memberikan kekebalan terhadap G4.
Menurut hasil tes antibodi, sebanyak 10,4 persen pekerja di industri babi sudah terinfeksi.
Hasil tes pun menunjukkan 4,4 persen populasi umum tampaknya juga telah terpapar.
Dengan demikian, virus telah berpindah dari hewan ke manusia, tetapi belum ada bukti virus itu dapat menular antarmanusia.
"Itu kekhawatiran kami bahwa infeksi virus G4 akan beradaptasi di manusia dan meningkatkan risiko pandemi pada manusia," tulis para peneliti sebagaimana dikutip AFP.
Para penulis pun menyerukan upaya-upaya mendesak untuk memantau orang-orang yang bekerja dengan babi.
"Ini pengingat yang baik bahwa kita terus-terusan menghadapi risiko munculnya patogen zoonosis baru," terang James Wood, kepala departemen kedokteran hewan di Universitas Cambridge, dikutip dari AFP.
"Dan bahwa hewan ternak, yang berkontak lebih dekat dengan manusia daripada satwa liar, juga bisa menjadi sumber virus pandemi," tambah dia.
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Mengenal Virus Flu Babi G4 Jenis Baru, Ditemukan Menyebar di China dan Berpotensi Jadi Pandemi