Breaking News:

Berita Sampang

Dinkes Sampang Panggil Bidan yang Diduga Lalai Tangani Pasien Melahirkan Bayi di Depan Rumah

Dinas Kesehatan Sampang akan memanggil bidan yang diduga melakukan kelalaian pada pasien melahirkan.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Agus Mulyadi saat ditemui di Kantor Pemkab Sampang, Rabu (17/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANGDinas Kesehatan Sampang berencana mempertemukan antara bidan Sri Fuji dan keluarga pasien.

Hal itu dilakukan Dinas Kesehatan Sampang untuk mengklarifikasi dugaan kelalaian bidan Sri Fuji dalam melayani pasien bernama Aljannah (25), yang sebelumnya melahirkan bayi di depan rumahnya.

Plt Dinas Kesehatan Sampang, Agus Mulyadi mengatakan, klarifikasi tersebut guna memenuhi permintaan dari DPRD Sampang soal dugaan kelalaian bidan itu.

Buntut Ibu Lahirkan Bayi di Depan Rumah Bidan, Dinkes Sampang Diminta Cabut Izin Praktik Sang Bidan

Ibu Melahirkan Bayi di Depan Rumah Bidan, DPRD Sampang Beri Atensi Khusus hingga Bahas Sanksi

Kronologi Wanita Melahirkan Bayi di Depan Rumah Bidan di Sampang, Sang Ibu Sempat Alami Pendarahan

Agus Mulyadi menuturkan, Dinas Kesehatan Sampang akan memastikan kondisi bidan Sri Fuji yang sebelumnya mengaku sakit.

Tak hanya bidan Sri Fuji, sang pasien juga dalam kondisi sakit setelah melahirkan.

“Kita tidak mungkin mengundang mereka dalam kondisi sakit atau kita nanti akan telfon dulu,” ujarnya kepada TribunMadura.com, Jumat (10/7/2020).

Dalam pertemuan itu, pihaknya juga akan menggundang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) selaku pihak yang dapat merekomendasikan apakah dugaan itu benar secara etika.

Setelah itu, selama klarifikasi berlangsung dan hasilnya terbukti bidan terkait melanggar kode etik profesi, pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin praktik bidan.

Tak hanya Narkoba, Han Seo Hee Juga Pernah Terlibat Berbagai Skandal Lain, Sempat Dikritik Fans EXO

Sudah Punya 3 Orang Cucu, Kakek Surabaya ini Cabuli 4 Bocah di Gubuk, Berbekal Es Krim dan Ponsel

"Pokoknya kami sesuaikan dengan aturan, bila memang harus dikeluarkan keputusan pencabutan ya kita ajukan," terang Agus Mulyadi.

Agus Mulyadi menegaskan, yang melakukan pencabutan izin perakteknya merupakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, tepatnya Bupati Sampang.

"Mencabut atau tidak bukan takaran kita tapi Bapak Bupati, kami hanya merekomendasikan," tuturnya.

Lebih lanjut, agar tidak terjadi lagi kejadian hal serupa, Dinkes Sampang akan membuat Surat Edaran (SE) kepada fasilitas pemerintah yang ada di naungannya seperti Puskesmas dan Polindes.

SE berisi instruksi atau himbauan supaya tenaga kesehatan melakukan pelayanan sesuai dengan SOP.

“Sehingga mereka harus siap, baik itu 24 jam maupun sesuai dengan kewenangannya mereka," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved