Breaking News:

Berita Surabaya

Puluhan Remaja di Surabaya Diamankan Polisi, Manfaatkan Tren Bersepeda Jadi Ajang Balap Liar

Sejumlah anak muda di Kota Surabaya diamankan polisi karena diduga menggelar aksi balap liar sepeda angin.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Suasana patroli yang dilakukan oleh anggota gabungan; Tim Raimas, Unit Patmor, Tim Respati Satsabhara Polrestabes Surabaya, Polsek Tandes di jalan kawasan Ruko Buntaran, Manukan Wetan, Tandes, Surabaya, Selasa (21/7/2020) malam. 

TRIBUNJMADURA.COM, SURABAYA - Masa pandemi virus corona Covid-19 di Kota Surabaya menciptakan tren bersepeda.

Banyak warga Kota Surabaya mulai gemar bersepeda, baik untuk sekadar hobi baru atau berpergian.

Tapi, tren bersepda ternyata juga diikuti oleh potensi penyalahgunaan. 

Kabar Baik Bagi Penggemar Sepeda di Kota Mojokerto, Pemkot Pastikan Tak Tarik Pajak Sepeda

Bersepeda Jadi Tren Masyarakat Indonesia pada Masa Pandemi, Waspada Penyakit Bahaya ini Bagi Pemula

Layanan Tatap Muka Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jatim Dihentikan, Dialihkan Lewat WhatsApp

Sejumlah anak muda justru memanfaatkan sepeda untuk balap liar.

Sedikitnya, 48 anak muda diamankan polisi saat menggelar patroli pada Selasa (21/7/2020) malam.

Polisi mendapati puluhan anak muda itu di arena balap liar sepeda angin di jalan kawasan Ruko Buntaran, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya.

Tak hanya anak muda, polisi juga mengamankan tiga unit sepeda angin dan 25 unit motor.

Saat dilakukan penggerebekan, ternyata ada enam remaja yang kedapatan bersembunyi di kawasan kompleks ruko kawasan tersebut.

Kapolsek Tandes AKP Ricky Tri Dharma membenarkan, pihaknya yang berkoordinasi dengan Satsabhara mengamankan 48 orang remaja itu.

Pegawai Bea Cukai Madura Diancam Dibunuh Orang Tak Dikenal, Diteror usai Tindak Kasus Rokok Ilegal

Daerah Aliran Sungai Brantas Malang Tercemar Klorin, Peneliti Ecoton Sarankan Pembuatan IPAL

Hal itu sebagai bentuk tindaklanjut laporan warga yang acap mengeluhkan kelakuan meresahkan para remaja di kawasan itu.

Mengingat 48 orang itu masih berusia belia, lanjut Ricky, pihaknya lebih mengedepankan aspek edukasi.

"Benar. 48 remaja akan balapan sepeda pancal. Mereka kami data dan lakukan pembinaan," ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (22/7/2020).

Ricky menambahkan, pihaknya telah memanggil semua orangtua para remaja itu.

Setelah dilakukan pembinaan, termasuk membuat surat pernyataan; komitmen tak mengulangi perbuatan serupa, mereka baru diperbolehkan pulang, pada Rabu (22/7/2020) pagi.

"Mereka anak-anak warga sana (kawasan Buntaran). Barang-barang (mencurigakan; obat-obat) terlarang belum ditemukan," pungkasnya.

Dokter Gigi Viral asal Kota Malang, Mendadak Populer Karena Pakai APD Fashionable, Ini Sosoknya

Ayah di Tulungagung Dibunuh Anak Kandung, Dikenal Tetangga Sama-Sama Penderita Gangguan Jiwa

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved