Breaking News:

Berita Pamekasan

Satpol PP Siap Gelar Razia Rutin ke Hotel dan Rumah Kos di Pamekasan, Antisipasi Kasus Prostitusi

Satpol PP Pamekasan melakukan operasi gabungan rutin ke sejumlah hotel dan rumah kos.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Satpol PP Pamekasan saat melakukan razia di salah satu rumah kos 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Atensi khusus diberikan Satpol PP Pamekasan kepada muda-mudi di Kabupaten Pamekasan.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Ainurrahman mengatakan, upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi muda-mudi di Kabupaten Pamekasan terjerumus dalam kasus prostitusi online.

Karenanya, kata dia, Satpol PP Pamekasan melakukan operasi gabungan rutin ke sejumlah hotel dan rumah kos.

TPU Muharto Ditunjuk Jadi Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Kota Malang, Ini Alasannya

Lapak Pedagang Es Unik di Malang, Diberi Nama Ice Covid-19 saat Masa Pandemi, Ada Makna di Baliknya

Pegawai Dinas PUPR Trenggalek Jalani Tes Swab, Tindak Lanjut Kasus ASN yang Terpapar Virus Corona

Operasi gabungan ke sejumlah hotel dan rumah kos itu dilakukan tiga kali dalam sepekan.

Namun, di luar operasi gabungan rutin tersebut, ia mengaku juga menyempatkan melakukan pemantauan ke sejumlah rumah kos dan juga hotel.

"Langkah penekanan yang kami lakukan adalah langkah persuasif kepada pengusaha untuk mengurangi pelanggaran itu agar tidak terjadi," kata Ainurrahman kepada TribunMadura.com, Jumat (24/7/2020).

Pria yang akrab disapa Ainur ini juga mengungkapkan, selama pandemi Covid-19 mewabah di Pamekasan, pihaknya masih belum menemukan adanya pelanggaran di rumah kos dan juga hotel yang menindak pasangan bukan suami istri.

Misal kata dia suatu hari nanti ada pasangan bukan suami istri yang kedapatan melakukan perbuatan tak senonoh di dalam hotel dan juga rumah kos, maka pihaknya akan langsung menindak dan memberikan sanksi.

Pemberian sanksi tersebut meliputi, pembinaan di Kantor Satpol PP dan selepas itu akan dipanggil ke dua orang tuanya untuk disuruh menjemput anaknya.

"Itu sebagai efek jera, dan semoga di Pamekasan tidak terjadi perbuatan yang demikian," harapnya.

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Mardi Waluyo Blitar Penuh, Pembentukan Safe House Dikaji

Bea Cukai Madura Edukasi Tentang Cukai ke Pesantren, Ajak Santri Perangi Peredaran Rokok Ilegal

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved