Berita Pamekasan

Bupati Pamekasan Bagikan Kisah Perjuangannya ke Calon Wirausaha, Pernah Jualan Kerupuk Semasa Kuliah

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam berbagi kisah perjuangannya sewaktu menempuh kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat menceritakan kisah masa lalunya di hadapan ribuan calon wirausaha muda di Pendopo Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Rabu (29/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam membagikan kisah perjuangannya semasa menempuh kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kisah itu, ia ceritakan di hadapan ribuan calon Wira Usaha Baru Pamekasan yang mengikuti pelatihan di aula Pendopo Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Rabu (29/7/2020).

Baddrut Tamam menceritakan, sekitar tahun 2000, saat dirinya masih kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, pernah berjualan kerupuk di sejumlah pasar Kota Malang.

Pasha Ungu Pakai Seragam & Berambut Pirang Jadi Sorotan Netizen, sampai Dijuluki Pejabat Nyentrik

 

 

Mahasiswa Unair Demo, Tuntut Tranparansi Kampus, Potongan UKT 50 Persen hingga Subsidi Kuliah Daring

Lapas Kelas IIA Pamekasan Tutup Program Rehabilitasi Medis Tahap 1, Diikuti 110 Napi Pecandu Narkoba

Kala itu, ia kulakan kerupuk di Kecamatan Prenduan, Kabupaten Sumenep.

Namun, kerupuk tersebut, tidak ia jual dalam bentuk biasa-biasa saja.

Melainkan diberi merek dan dikemas dengan plastik yang semenarik mungkin.

"Setelah dikemas dan diberi merek, lalu saya jual kerupuk itu di pasar-pasar Kota Malang," kata Baddrut Tamam.

"Karena waktu itu masih agak malu dan takut ketahuan mahasiswa atau mahasiswi, ketika menjual kerupuk ke pasar, saya pakai masker," cerita dia.

Dalam sepekan, setiap hari Sabtu, sekitar pukul 06:00 WIB, Baddrut Tamam mengaku harus sudah berangkat ke sejumlah pasar di Kota Malang untuk menitipkan kerupuk dagangannya ke berbagai warung.

Lalu, hari Minggunya, ia pindah ke pasar lain untuk menitipkan kerupuk dagangannya itu.

"Setiap pekan juga, saya melakukan aktivitas ke pasar untuk mengambil kerupuk saya yang sebagian belum laku untuk diganti kerupuk yang baru," ceritanya.

"Setiap pekan, sembari kuliah, saya biasa melakukan kegiatan berwirausaha itu," tambahnya.

Seiring berjalannya hari, Baddrut Tamam mengaku dagangannya mulai diminati banyak pelanggan.

Karena banyaknya pelanggan itu, lalu ia mencoba inovasi baru untuk mempertahankan eksistensi produk kerupuk dagangannya supaya tetap laris.

Hasil Swab Test Ibu Hamil di Kota Surabaya Keluar, 11 Positif Covid-19 dan Diisolasi di Asrama Haji

Pemkab Tuban Perbolehkan Masjid Gelar Salat Idul Adha 1441 H, Bupati: Tidak Hanya Satu Masjid

Youtuber Madura akan Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik, Ini Kata Ketua BK DPRD Sampang

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved