Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Tak Terima Keluarga Dimakamkan Sesuai Standar Covid-19, Warga Ambil Paksa Jenazah di Rumah Sakit

Pihak keluarga merasa tak terima bila jenazah tersebut dilakukan pemulasaraan sesuai standar Covid-19.

Penulis: Syamsul Arifin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Video pengambilan paksa jenazah terduga virus corona Covid-19 di RS Muji Rahayu, Manukan, Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kasus pengambilan paksa jenazah terduga virus corona Covid-19 kembali terjadi di Kota Surabaya.

Terbaru, kasus pengambilan jenazah terduga virus corona Covid-19 kini terjadi di RS Muji Rahayu, Manukan.

Pihak keluarga merasa tak terima bila jenazah tersebut dilakukan pemulasaraan sesuai standar Covid-19. 

Siswa SMP di Kabupaten Nganjuk Belum Diperbolehkan Ikut Pembelajaran Tatap Muka pada Masa Pandemi

UPDATE Corona di Ponorogo 12 Agustus 2020, 13 Pasien Sembuh Covid-19, Total Kasus Capai 219 Orang

Mayat Pria Bertatto Ditemukan di Semak-Semak Pinggir Jalan, Tak Ada Bekas Luka Kekerasan di Tubuhnya

Dalam sebuah video yang beredar, tampak seorang wanita berkaus kuning menggerutu dengan nada tinggi dan marah kepada petugas rumah sakit.

Pasien diketahui dirawat karena penyakit sesak napas dan pneumonia dan dinyatakan meninggal dunia, pada 10 Agustus 2020.

Beberapa warga pun juga terlihat mengambil gambar ketegangan yang sempat terjadi.

Akhirnya, insiden mereda setelah di mediasi oleh kepolisian dari Polsek Tandes. 

Kanit Reskrim Polsek Tandes, Ipda Gogot Purwanto mengatakan, pasien bernama Abdul Muin (66) meninggal dunia karena mengidap penyakit sesak napas akut. 

UPDATE Corona di Kabupaten Madiun, Ada 6 Pasien Baru Covid-19, Pemkab Singgung Kedisiplinan Warga

UPDATE Corona di Nganjuk 12 Agustus 2020: Kasus Komulatif Covid-19 Capai 248, Ada Tambahan 16 Pasien

"Dia dirawat selama 30 menit di RS Muji Rahayu dan menghembuskan napas terakhirnya," tuturnya, Rabu (12/8/2020). 

Sementara itu, Humas RS Muji Rahayu, Renti Dwi Widianing menjelaskan, pasien masuk kategori PDP. 

"Kami melakukan tindakan medis sebelum pasien meninggal," kata dia.

"Karena pasien punya riwayat sesak napas dam Pneumonia," sambung dia.

Seharusnya dilakukan pemulasaraan jenazah sesuai standar Covid-19. Akan tetapi, keluarga memaksa dan mengambil jenazah," terangnya. 

Boncengan Motor Bertiga, Pemuda di Kandat Kediri Terlibat Kecelakaan Maut, Satu Orang Tewas

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved