Breaking News:

Berita Sampang

Program Simous dan Program Jari Kaki Lima untuk Masyarakat Sampang Ditargetkan Terealisasi Tahun Ini

Dinas Kesehatan Sampang menargetkan tahun 2020 Program Inovasi Simous dan Program Jari Kaki Lima terealisasi di seluruh Puskesmas.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Puskesmas Kemuning yang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dinas Kesehatan Sampang menargetkan tahun 2020 Program Inovasi Simous dan Program Jari Kaki Lima terealisasi di seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Sampang, Rabu (26/8/2020).

Program Inovasi Simous merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk mempermudah Puskesmas melakukan pencatatan dan pelaporan kunjungan pasien agar menghindari adanya antrian panjang yang dialami oleh pengunjung.

Sedangkan Program Jari Kaki Lima (Jaring risiko tinggi ibu hamil melalui deteksi dini) kartu kontrol ini melibatkan masyarakat dalam upaya menurunkan kematian ibu dan bayi.

Lesty Kejora Tunjukkan Ekspresi Tersipu Malu, Ngaku Bakal Bahagia Jika Menikah dengan Rizky Billar

Ratusan Warga Desa Longos Warnai Sidang Lanjutan Kades di PN Sumenep, Ini Kata Kuasa Hukum Hawiyah

5 Warga Binaan Lapas Mojokerto yang Positif Covid-19 Dievakuasi di RSUD Soekandar Mojosari

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Agus Mulyadi mengatakan, bahwa Program Inovasi Simous dan Program Jari Kaki Lima sudah terealisasi di beberapa puskesmas di wilayah kerjanya.

Inovasi tersebut dibentuk sebagai upaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

"Ditargetkan sampai akhir 2020 program ini bisa terlaksana di semua Puskesmas di Kabupaten Sampang," ujarnya.

Terbukti, saat di konfirmasi ke sejumlah puskesmas di Sampang yakni, Puskesmas Kamoning Jalan Jaksa Agung Suprapto Kecamatan/Kabupaten Sampang sudah menerapkan inovasi tersebut.

Kepala Puskesmas Kemuning menyampaikan, selama melaksanakan program tersebut sangat terbantu dan masyarakat tidak perlu antri panjang dalam menunggu layanan kesehatan.

"Dengan merealisasikan inovasi ini, kami akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Sampang," tuturnya.

Sementara, bagi puskesmas yang terletak di pelosok saat menjalankan Program Inovasi Simous dan Program Jari Kaki Lima tidak berjalan lancar karena terkendala sulitnya jaringan internet.

Manajemen Madura United Sudah Komunikasi dengan Beto Goncalves Soal Keinginan Sriwijaya FC

Mahasiswa Muhammadiyah Malang Ajak Masyarakat Sampang Madura Melawan Covid-19 Melalui Wedang Pokak

Madura United Berencana Lakukan Laga Uji Coba dengan Klub Lain, Tingkatkan Kualitas Adaptasi Pemain

Hal itu disampaikan oleh Kepala UPTD Puskesmas Robatal, Dwi Nurmanto sehingga, dengan kondisi jaringan WIFi yang lemot sempat menggangu pelaksanaan program tersebut.

"Jadi untuk mengatasi itu kami menggunakan operator lainnya," terangnya.

Maka dari itu, pihaknya mengusulkan kepada Dinkes Sampang agar bekerjasama dengan Dinas Kominfo untuk memperlancar jaringan internet guna mengoptimalkan Program Inovasi Simous dan Program Jari Kaki Lima.

"Tidak hanya Puskesmas Robatal saja, Puskesmas yang letaknya di pelosok juga mengalami kesulitan mendapatkan jaringan internet yang optimal," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved