Berita Pamekasan
Lapas Pamekasan Gelar Seminar Rehabilitasi Narkoba, Berikan Wawasan Terkait Bahaya Konsumsi Narkoba
Kepala Lapas Pamekasan, M Hanafi mengaku menyambut baik dan mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan 'Sosialisasi Bahaya Narkoba' ini.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan, Madura menggelar seminar bertajuk 'Program Rehabilitasi Medis Adiksi Narkoba'.
Seminar ini digelar di ruang Mandhepa Raden Dhaksana Lapas Pamekasan, Rabu (29/8/2020).
Kepala Lapas Pamekasan, M Hanafi mengaku menyambut baik dan mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan 'Sosialisasi Bahaya Narkoba' ini.
Ia berharap, adanya sosialisasi ini, generasi muda bisa menjadi lebih paham terhadap pengaruh buruk narkoba, sehingga mereka bisa terhindar dari bahayanya narkoba dan peredaran narkoba di Pamekasan dapat dibasmi dengan mudah.
"Bergulirnya reformasi di Indonesia, di era globalisasi ini bangsa Indonesia justru menghadapi berbagai persoalan, termasuk pula persoalan yang dihadapi generasi muda yang begitu kompleks," kata M Hanafi saat memberikan sambutan dihadapan tahanan pecanda narkoba.
• Promo JSM Alfamart Periode 27 Agustus - 2 September 2020, Diskon Harga Sabun Mandi hingga Deterjen
• Bacaan Sholawat yang Bisa Diamalkan Sehari-Hari, Simak Juga Keutamaan Membaca Sholawat
• Lakukan Taubat Nasuha Agar Dosa-Dosa Dapat Diampuni, Berikut Tata Cara Pelaksanaan Salat Taubat
Kalapas yang akrab disapa Hanafi ini menjelaskan sejumlah persoalan yang saat ini banyak dialami generasi muda.
Di antaranya, mulai dari putus sekolah, kenakalan remaja, tindak kriminalitas yang dilakukan oleh remaja sampai masalah penyalahgunaan narkoba.
Menurut dia, dampak bahaya dan korban narkotika, dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Bahkan, sudah sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan perkembangan generasi muda serta memerlukan penanganan yang terpadu dan serius.
"Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya, merupakan suatu masalah bangsa yang sangat kompleks," ujarnya.
"Hal itu tentu dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, serta dapat melemahkan ketahanan nasional dan menghambat jalannya pembangunan," ungkapnya.
Kata Hanafi, saat ini Lapas Pamekasan telah bertekat bulat, bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan bahaya yang harus ditangani sejak dini, dengan melibatkan seluruh potensi yang ada, baik di pemerintah, masyarakat, LSM dan pihak-pihak terkait lainnya.
Menurut dia, mengkonsumsi narkoba tidak ada manfaatnya sama sekali, bahkan berdampak buruk bagi kesehatan karena menyerang saraf otak.
Akibatnya otak bisa menjadi tumpul, kemampuan berpikir menjadi lemah, sehingga dapat merusak masa depan.
"Oleh karna itu kami harapkan kepada masyarakat jangan sekali-kali mencoba narkoba karena sekali mencoba pasti akan ketagihan. Maka dari masyarakat harus paham akan bahaya narkoba karena dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungan," imbaunya.