Breaking News:

Berita Kediri

Barang Bukti dari Pengedar Narkoba di Kabupaten Kediri Berupa 465 Pil Double L Disita Polsek Puncu

Seorang pengedar pil dobel L di Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri berhasil diringkus Polsek Puncu, pada Sabtu (29/8/2020) pukul 18.00 WIB.

TRIBUNMADURA.COM/FARID MUKARROM
Polsek Puncu Amankan Pelaku dan Barang Bukti Ratusan Pil Dobel L. 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Seorang pengedar pil dobel L di Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri berhasil diringkus Polsek Puncu, pada Sabtu (29/8/2020) pukul 18.00 WIB.

Penangkapan ini sebagai upaya pemberantasan tindak pidana penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Kediri.

Kapolsek Puncu AKP Bowo Wicaksono melalui Kasi Humas Polsek Puncu Aiptu Jiwa Santoso menjelaskan bahwa pelaku tertangkap menyimpan dan mengedarkan pil dobel L tanpa izin.

BREAKING NEWS - Toko Elektronik di Jalan Kranggan Kawasan Pasar Blauran Terbakar, Empat Orang Tewas

Annisa Pohan Unggah Foto Lawas dengan Justin Bieber saat Konser di Indonesia: Bieber Fever From 2011

BREAKING NEWS - Mobil Toyota Disambar KA Matarmaja di Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Kota Blitar

"Petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di TKP, kemudian petugas melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan pada Sabtu 29 Agustus 2020 pukul 18.00 WIB," ujar Aiptu Jiwa Santoso.

Kemudian hasil dari penangkapan kepolisian dari Pelaku diamankan sebanyak 465 butir pil dobel L di TKP.

"Pil dobel L sejumlah 465 butir dibungkus kantong plastik warna putih, uang tunai 80000 rupiah, satu buah bungkus rokok berisikan pill double l dan satu satu buah kotak obat warna putih," terang Aiptu Jiwa Santoso.

Akui Berpisah dari Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari Ungkap Alasannya hingga Bantah Isu Orang Ketiga

Promo JSM Indomaret 30 Agustus Diskon Harga Minyak Goreng Tropical, Sabun Mandi hingga Deterjen Daia

Promo JSM Alfamart 30 Agustus - 2 September 2020 Diskon Harga Beras, Minyak Goreng Murah dan Camilan

Selanjutnya petugas membawa teduga pelaku berinisal H dari rumahnya di Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri.

"Pelaku diamankan dengan barang bukti untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan lebih lanjut di ke kantor Polsek Puncu," kata Aiptu Jiwa Santoso.

Atas perbuatannya pelaku melanggar Pasal 197 Subs pasal 196 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)," pungkas Aiptu Jiwa Santoso.

Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved