Breaking News:

Berita Sampang

Harga Anjlok, Petani Tembakau di Sampang Madura Keluhkan Susahnya Jual Hasil Panen

Pada musim panen saat ini hanya ada satu perwakilan pabrik yang melakukan pembelian tembakau dengan optimal, yakni PT Gudang Garam

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kondisi tembakau milik warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (8/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Indonesia mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona penyebab Covid-19 pada awal Maret 2020.

Sejak itu, berbagai upaya penanggulangan dilakukan pemerintah untuk meredam dampak dari pandemi Covid-19 di berbagai sektor.

Hampir seluruh sektor terdampak, tak hanya kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona.

Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian.

Hingga pada akhirnya, para petani tembakau di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terkena dampak pandemi virus corona.

Pada musim panen saat ini sejumlah pabrik yang biasanya membeli tembakau milik para petani di Kabupaten Sampang cenderung tidak membeli.

Tiga Minggu, Polres Bangkalan Gulung 15 Pengedar dan Pemakai Narkoba, Satu di Antaranya Perempuan

Tim Penilai Internal Polda Jatim Datangi Mapolres Pamekasan, Lakukan Evaluasi Pelayanan Publik

Pemkab Pamekasan & DPRD Gelar Rapat Paripurna, Fraksi PPP Minta Pemkab Fokus Capai Program Prioritas

Sehingga, berpengaruh pada harga tembakau karena minimnya pabrik untuk membeli tembakau milik para petani.

Kasi Bina Usaha Perdagangan dan Produksi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang, Adil mengatakan, bahwa saat ini sebagian sudah memasuki musim panen tembakau.

Namun, berdasarkan monitoring yang dilakukannya belakangan ini di lapangan, harga tembakau sangat anjlok.

Disebutkan, musim ini harga tembakau jenis biasa di hargai hanya Rp 14 ribu per kilogram sedangkan, harga standardnya Rp. 30.000 per kilogram.

"Untuk jenis tembakau kualitasnya lebih bagus yakni, tembakau gunung dihargai Rp 32 ribu per kilogram, harga standardnya sekitar Rp 50 ribu," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (8/9/2020).

Akibat Pandemi Covid-19, Pemasangan CCTV di Setiap Taman Kota Sampang Baru Terealisasi di 2 Lokasi

18 Ribu Lebih Warga Belum Punya e-KTP, Ini Penjelasan Dispendukcapil Sampang

Bantuan Subsidi Upah untuk Pekerja Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Jatim Baru Tersalurkan 32 Persen

Adapun, penyebab harga tembakau menjadi murah karena pada musim panen sekarang hanya ada satu perwakilan pabrik yang melakukan pembelian dengan optimal, yakni PT Gudang Garam

Padahal, katanya setiap panen tembakau, setidaknya ada tiga perwakilan pabrik rokok yang melakukan penyerapan tembakau dengan baik sehingga harga tembakau juga lebih baik.

Tiga pabrik yang membeli diantaranya, Sampoerna, Bentoel, dan Clasmild.

"Saya kurang tahu sejumlah gudang itu tidak membeli, apakah karena tutup akibat pandemi atau seperti apa, saya tidak tahu," terangnya.

"Kami akan mencari informasi lagi ke lapangan," imbuhnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved