Virus Corona di Jawa Timur
Jatim Masih Belum Punya Rencana PSBB Lagi, Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Jawa Timur Sangat Cukup
Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Jawa Timur masih jauh dari rencana pemberlakuan PSBB kembali.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Jawa Timur masih jauh dari rencana pemberlakuan PSBB kembali sebagaimana yang pernah dilakukan di Surabaya Raya dan Malang Raya.
Khofifah Indar Parawansa memaparkan bahwa saat ini ruang-ruang perawatan, ruang isolasi, ruang isolasi khusus, bahkan ICU pasien covid-29 di Jatim dalam kondisi sangat cukup.
Bahkan tingkat okupansinya lebih rendah dibandingkan nasional dan starndar WHO.
“Memang terakhir banyak yang terkonfirmasi, di berbagai Provinsi Bali maupun DKI ada kekurangan tempat tidur jika tidak dilakukan langkah-langkah yang sangat masif,” kata Khofifah Indar Parawansa yang diwawancara di Gedung BPSDM Jatim, Jumat (11/9/2020).
• BREAKING NEWS: Kerangka Manusia Ditemukan di Sungai Kalilegi Blitar, Lokasi Dikenal Sepi dan Angker
• 12 Nakes Puskesmas Jetis Ponorogo Tunggu Hasil PCR Kedua, Pernah Kontak Erat dengan Pasien Covid-19
• Melihat Perkembangan Kasus Gilang Bungkus Fetish Kain Jarik, Kejari Tunggu Keterangan dari Ahli
Namun jika dibandingkan dengan DKI Jakarta maupun Bali, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bahwa Jawa Timur dalam kondisi yang aman.
Ia menyebut, bahwa forkopimda di seluruh daerah Jawa Timur telah menghitung dan mengukur demi mencari solusi dalam pelayanan pasien Covid-19.
“Jatim sendiri sampai hari ini tempat tidurnya terbanyak di Indonesia. Jumlah ruang Isolasi khusus ICU terbanyak. Data terakhir Kemenkes dari rata-rata standar nasional dan WHO adalah 60 persen Jatim tingkat okupansinya, tapi di Jatim ini okupansinya 49 persen sehingga di bawah rata-rata nasional dan maupun internasional,” kata Khofifah.
Rincinya, saat ini kapasitas bed isolasi di Jatim adalah 6.611 bed. Dan yang saat ini terisi ada sebanyak 3.221 bed.
Angka ketersediaan bed di Jatim ini lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat, yaitu 4.477 bed dengan 1.724 bed terisi.
Sedangkan untuk DKI Jakarta adalah 4.417 bed yang tersedia dengan yang terisi ada sebanyak 3.776 bed.
Sedangkan untuk ketersediaan ruang ICU di Jawa Timur ada sebanyak 860 bed.
Yang terisi saat ini hanya 72 bed. Angka ini diklaim Khofifah indar Parawansa lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta.
• Belum Ada Kejelasan Hubungan, Rizky Billar Tanyakan Perasaan Jujur Lesty Kejora: Kamu Seneng Nggak?
• Bahagia Sudah Menikah, Via Vallen Doakan Nella Kharisma dan Dory Harsa Cepat Dapat Momongan
• Potret Romantis Al Ghazali Bertelanjang Dada, Alyssa Daguise Memeluk Mesra Sang Kekasih dari Atas
• Kartu Prakerja Gelombang 8 Dibuka 4 Hari Saja, Ini Cara Daftar, Syarat dan Tahapannya Sampai Lolos
Sebelumnya, di awal bulan Juli telah dilaporkan bahwa bed isolasi di Jawa Timur mengalami overload, khususnya Surabaya Raya. Beberapa rumah sakit di Jatim juga dilaporkan memiliki Bed Occupancy Rate yang melebihi 80 persen.
Pemprov Jatim selanjutnya mengambil langkah cepat dengan mendirikan RS Darurat Lapangan Indrapura bersama dengan pemerintah pusat, TNI, Polri diikuti dengan menambah RS Rujukan dari yang sebelumnya hanya 44 di awal April menjadi 127 RS Rujukan.
Kedua langkah ini dinilai cukup efektif dalam mengatasi kondisi overload tersebut.