Berita Tulungagung

Guru SD Berbuat Mesum di Ruang Kelas, Terungkap Zina dengan Istri Orang, Kini Terancam Dipecat

Guru SDN berstatus PNS di Kabupaten Tulungagung diduga melakukan perzinahan dengan istri seorang pekerja migran.

istimewa
ilustrasi - Guru SD Berbuat Mesum di Ruang Kelas, Terungkap Zina dengan Istri Orang, Kini Terancam Dipecat 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - LSM Bintara Tulungagung mengadukan seorang guru SDN berstatus PNS berinisial AG ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tulungagung.

Itu lantaran AG diduga melakukan perzinahan dengan YS (29) , istri seorang pekerja migran yang ditinggal suaminya bekerja di Taiwan.

Kasus perzinahan ini terungkap setelah YS mengaku kecewa karena ditipu oleh AG.

Pencuri Simpan Uang Curian di Celana Dalam, Warga Jijik Tak Ada yang Mau Ambil Barang Bukti Kasus

Mantan Caleg Gagal Cabuli Gadis Yatim Piatu, Video Minta Ampun Jadi Viral setelah Digerebek Keluarga

Jenazah Pria Ditolak Warga Karena Masa Lalu, Sudah Kadung Geram, Anggap yang Mati Sapi Bukan Orang

YS kemudian mengadu ke LSM Bintara dan diteruskan ke Dindikpora Kabupaten Tulungagung.

Plt Kepala Dindikpora Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto Wicaksono mengaku, sudah meminta klarifikasi dari YS.

"Hasilnya sudah dilaporkan kepada saya," terang Yoyok, panggilan akrab Haryo Dewanto.

"Ada dua sekolah SD yang diakui jadi tempat berbuat (mesum)," sambung dia.

Dua SD itu ada di Desa Majan Kecamatan Kedungwaru, dan SD di Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo.

Jika pengakuan YS ini benar, maka AG dipastikan melanggar etika.

Karena itu rangkaian pemeriksaan akan dilanjutkan, untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap.

YS saat dimintai keterangan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tulungagung
YS saat dimintai keterangan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tulungagung (ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM)

Petugas Kebersihan Kirim Foto Alat Kelamin ke Pengunjung Fitness, Alasan Syahwat: Sampai Berfantasi

Pasangan Mesum Digerebek saat Malam Jumat Berduaan di Kamar Kos, Satpol PP Panggil Keluarga Pelaku

"Kalau kejadian yang di hotel kami tidak ikut campur. Tapi mereka melakukan di SD, itu pelanggaran berat," tegas Yoyok.

Yoyok mengungkapkan, AG dulunya adalah guru dengan status Guru Tidak Tetap (GTT).

Dia anak seorang penjaga kantin SD tempatnya mengajar.

Hingga saat ini AG masih memegang kunci, sehingga punya akses untuk membuka kelas.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved