Kumpulan Kisah Unik dan Lucu Tapi Menegangkan di Tengah Peristiwa G30S, Knalpot Hingga Urusan Makan
Namun, di balik peristiwa pengkhianatan Gerakan 30 September 1965, ada kisah-kisah lucu dan menegangkan yang terjadi.
“Ya," jawabnya.
"Sudah makan?"
"Belum."
"Sana makan dulu di belakang. Kumpulkan dan ajak kawan-kawan yang lain."
Si penjaga langsung beranjak dengan mengajak kawan-kawannya.
Pada saat itu juga kesatuan ABRI segera menyergap dan berhasil melucuti senjata mereka tanpa mendapat perlawanan sedikit pun.
Studio RRI Semarang berhasil direbut kembali. (Sinar Harapan, Minggu, 17 Oktober 1965)
Haus
Taktik memang kadang-kadang lebih ampuh daripada perlawanan langsung.
Misalnya saja ketika Brigjen Surjo Sumpeno yang waktu itu Pangdam VII Diponegoro didatangi seorang kapten yang berkata, "Jenderal, mulai sekarang, Jenderal ditahan."
"Tahan boleh saja, tapi saya haus. Coba, tolong ambilkan teh dulu," sahutnya.
Maka pergilah si kapten mencari teh dan Brigjen Surjo Sumpeno memanfaatkan kesempatan itu untuk meloloskan diri.
Beberapa waktu kemudian sebuah batalyon dan pasukan taruna AMN (sekarang AKABRI) di bawah pimpinan sang brigjen bergerak membebaskan Yogya dan kemudian Solo. (Kompas, Selasa, 12 Oktober 1965)
• Peristiwa G30S/PKI yang Menjadi Sejarah Kelam Indonesia, Presiden inginkan Film yang Kekinian
Gara-gara Knalpot
Sebuah truk melewati istana kepresidenan di Cipanas.