Berita Pamekasan

Pengusaha asal Pamekasan Ajukan Poligami, Merasa Tak Puas Urusan Ranjang dengan Istri Pertama

Seorang pengusaha di Kabupaten Pamekasan mengajukan izin poligami ke Kantor Pengadilan Agama Pamekasan.

indonesiaexpat.biz
Ilustrasi - Pengusaha asal Pamekasan Ajukan Poligami, Merasa Tak Puas Urusan Ranjang dengan Istri Pertama 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dua wanita di Kabupaten Pamekasan, Madura, rela dipoligami oleh seorang pengusaha.

Hal ini terkuak berdasarkan data permohonan izin melakukan poligami yang tercatat di Kantor Pengadilan Agama Pamekasan.

Sedari Januari hingga Agustus 2020, terdapat dua pengajuan izin poligami yang disetujui oleh Pengadilan Agama Pamekasan.

Kebakaran di Gudang Tembakau Sugihwaras Bojonegoro, Api Diduga Berasal dari Pengapian Oven

Fasilitas Lengkap, RSU Ketapang Sampang Ditargetkan Layani Masyarakat Mulai Oktober 2020 Mendatang

Mayat Wanita dengan Mulut Menganga Ditemukan di Kebun Tebu, Diduga Korban Tewas Lebih dari Sebulan

Panitera Muda (Panmud) Hukum Pengadilan Agama Pamekasan, Hery Kushendar menjelaskan, syarat agar pria bisa melakukan poligami yaitu harus berlaku adil terhadap ke dua istri.

Selain itu, pekerjaaan dan penghasilan orang yang mengajukan izin poligami, lanjut dia, harus mumpuni dan bisa memenuhi kebutuhan ke dua istri.

Setelah syarat itu terpenuhi, perempuan yang ingin dipoligami harus membuat surat pernyataan bahwa siap dimadu.

"Kalau syarat itu sudah terpenuhi, maka pria yang akan melakukan poligami, harus menghitung pembagian harta bersama istri pertama yang wajib jelas nilai dan jumlahnya," kata Hery Kushendar kepada TribunMadura.com, Rabu (30/9/2020).

Menurut Hery, sebelum pria melakukan poligami, maka harta kekayaan yang dimiliki bersama istri pertama, terlebih dahulu harus dibagi rata.

Setelah itu, si pria itu baru bisa melakukan poligami.

Panitera Muda (Panmud) Hukum Pengadilan Agama Pamekasan, Hery Kushendar saat menunjukkan data perkara perceraian di ruangan kerjanya selama delapan bulan, Senin (28/9/2020).
Panitera Muda (Panmud) Hukum Pengadilan Agama Pamekasan, Hery Kushendar saat menunjukkan data perkara perceraian di ruangan kerjanya selama delapan bulan, Senin (28/9/2020). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

4 Tahun Buron, Pelaku Utama Kasus Pembunuhan Berencana di Pasuruan Ditangkap, Selama ini Dipenjara

Operasi Yustisi di Wisata Bukit Kehi Pamekasan, Pengunjung Diimbau Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

"Setelah dengan istri ke dua sah, maka istri ke dua juga wajib mendapat bagian harta yang jelas dan tidak boleh mengambil harta kekayaan milik istri pertama," ujarnya.

Hery juga mengungkapkan, rata-rata yang mengajukan izin poligami di Pamekasan berprofesi sebagai pengusaha, mulai dari usia sekitar 30-40 tahun.

Alasan pria di Pamekasan memilih untuk melakukan poligami sangat beragam.

Mulai dari karena istri pertama tidak sanggup memenuhi kebutuhan seksual dan tidak bisa memberikan keturunan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved