Breaking News:

Alat Kontrasepsi Jadi Komoditi Kesehatan yang Tetap Dicari saat Pandemi, Tak cuma Masker dan Vitamin

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan DKT Indonesia mengungkapkan jika alat kontrasepsi juga banyak dicari.

www.durexindia.com
ilustrasi - Alat Kontrasepsi Jadi Komoditi Kesehatan yang Tetap Dicari saat Pandemi, Tak cuma Masker dan Vitamin 

TRIBUNMADURA.COM - Masker dan vitamin menjadi komoditi yang banyak dicari masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

Itu karena masker dapat melindungi seseorang terpapar Covid-19, sedangkan vitamin dikonsumsi untuk menjaga kondisi tubuh.

Tetapi, pada masa pandemi Covid-19, komoditi yang banyak dicari masyarakat tidak hanya sebatas masker dan vitamin.

Sinopsis Lengkap Drama Korea Pinocchio, Drakor Romantis Dibintangi Lee Jong Suk dan Park Shin Hye

Pengusaha asal Pamekasan Ajukan Poligami, Merasa Tak Puas Urusan Ranjang dengan Istri Pertama

Anak Tak Pakai Masker di Dalam Mobil, Bapak Diamankan Petugas saat Operasi Yustisi, Dapat Hukuman

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan DKT Indonesia mengungkapkan jika alat kontrasepsi juga banyak dicari.

Sedangkan waktu, survei tersebut dilakukan pada periode Juli hingga Agustus 2020 wilayah Jadebotabek, yang mencakup Praktek Mandiri Bidan (jumlah sampel=50), apotek, dalam hal ini pemilik/store manager (jumlah sampel=50), dan perempuan menikah yang menggunakan metode Suntik dan Pil (jumlah sampel=200).

Hasilnya, kontrasepsi termasuk dalam salah satu komoditi kesehatan yang tetap di cari masyarakat di masa pandemi, disamping alkes seperti masker, dan juga produk-produk peningkat vitalitas tubuh lainnya.

Head of Strategic Planning Development DKT Indonesia, Aditya A. Putra mengatakan, meskipun alat kontrasepsi masih dicari di tengah pademi, di sisi lain tingkat penjualan sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok dibandingkan bulan-bulan sebelum pandemi Covid-19.

"Tidak terjadi perubahan drastis untuk pola penggunaan metode suntik dan pil di kalangan penggunanya," katanya kepada Tribunnews ( grup TribunMadura.com ), Kamis (1/10/2020).

Mengenal Vaginal Scraping, Prosedur Menghilangkan Sisa Hubungan Intim dan Risikonya

Penyebab Vagina Bau Tak Sedap, Perhatikan Pemilihan Celana Dalam hingga Penyakit Menular Seksual

Aditya melanjutkan, dari hasil survei juga diketahui ada sedikit penurunan untuk metode suntik sebesar 26 persen.

Namun angka ini masih dibawah rate tingkat putus pakai suntik di Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 sebesar 28 persen.

Halaman
12
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved