Breaking News:

Pilkada Sumenep 2020

KPU Sumenep Belum Terima Rekomendasi Temuan Bawaslu, Imam Syafii: Kami Sudah Berikan Saran Perbaikan

KPU Sumenep sebut belum terima rekomendasi terkait temuan Bawaslu. Padahal Bawaslu telah menyampaikan saran perbaikan tertanggal 30 September 2020.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kordiv Hukum dan Humas Bawaslu Sumenep, Imam Syafii. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumenep tak terima dengan pernyataan KPU Sumenep.

KPU Sumenepe sempat menyebut, belum menerima rekomendasi atau saran perbaikan soal ribuan data pemilih sementara (DPS) bermasalah pada Pilkada serentak 2020.

Kordiv Hukum dan Humas Bawaslu Sumenep, Imam Syafii mengatakan terkait temuan DPS yang diduga bermasalah dan mencapai ribuan itu telah disampaikan ke KPU setempat sesuai tanda bukti penerima surat saran perbaikan nomor : 0166/K Jl-26/PM.00.02/IX/2020 pada 30 September 2020.

Watak Asli Ariel Noah yang Jarang Tersorot Dikuak Luna Maya, Feni Rose Terkejut Sampai Tertawa

Penjelasan Kapolres Malang Tak Beri Izin Keramaian Pertandingan Sepakbola Saat Pandemi Covid-19

Cerita Sahabat Lina Soal Hubungan Sule dan Nathalie Holscher, Diky Ungkap 1 Fakta: Bukan Settingan

"Kami Bawaslu Sumenep tertanggal 30 September 2020 itu telah menyampaikan saran perbaikan, sebab dari hasil analisis yang kami lakukan terdapat temuan data pemilih yang diduga (ribuan DPS ganda) tersebut," kata Imam Syafii pada TribunMadura.com, Jumat (2/10/2020).

Dengan tegas Imam Syafii mendesak KPU Sumenep segera merespon dan melakukan perbaikan ribuan data pemilih ganda pada Pilkada Sumenep 2020 tersebut.

"Saran perbaikan itu untuk ditindaklanjuti oleh KPU Sumenep sesuai dengan ketentuan perundang undangan," tegasnya.

Bahkan kata Imam Syafii dugaan data ganda itu bukan hanya 1.600 orang, melainkan lebih dari itu.

"Ada 1.627 dengan data ganda," katanya.

Giliran KIPP Jatim Laporkan Wali Kota Risma ke Bawaslu Surabaya, Dinilai Menyalahi Aturan Pilkada

Rizky Billar Blak-blakan Cemburu Lihat Lesty Kejora dan Hari LIDA, Ungkap Kekesalan: Lebay Banget

Update Corona Gresik Kamis 1 Oktober 2020, Tembus 3.258 Kasus Covid-19, Tambah 14 Pasien Sehari

Untuk diketahui sebelumnya, KPU Sumenep mengaku belum terima rekomendasi terkait dugaan adanya 1.600 data pemilih dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada Pilkada Sumenep 2020 bermasalah yang ditemukan Bawaslu Sumenep.

"Belum ada, belum kami terima itu (rekomendasi Bawaslu)," kata Komisioner KPU Sumenep, Rahbini pada TribunMadura.com, Kamis (1/10/2020).

Rahbini menegaskan, masyarakat umum boleh memberikan masukan terkait hal DPS Pilkada Sumenep 2020 dengan catatan melampirkan by name by address dan dilampiri data identitas kependudukan kk atau ktp.

"Sekali lagi selama ada masukan tanpa dilampiri by name by address maka itu tidak bisa menjadi bahan," tegasnya.

Lebih lanjut, Rahbini mengatakan, dugaan data pemilih sementara (DPS) yang bermasalah dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) Pilkada Sumenep 2020 tidak sampai mencapai ribuan.

"Rata-rata tidak sampai seribu seperti yang disampaikan (Bawaslu) tentang itu, dan itu kan hanya terindikasi data ganda," kata Rahbini.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved