Berita Pamekasan
Klinik Utama Siti Aisyah Pamekasan Wacanakan Sampah Jadi Alat Bayar Kesehatan, Begini Alurnya
Klinik Utama Siti Aisyah Pamekasan, Madura, mewacanakan alat bayar kesehatan menggunakan sampah.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Klinik Utama Siti Aisyah Pamekasan, Madura, mewacanakan alat bayar kesehatan menggunakan sampah.
Rencana ini, sebagai wujud kepedulian Klinik Utama Siti Aisyah bila sudah resmi naik status menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak.
Direktur Klinik Utama Siti Asiyah, Aminatus Sa'diyah mengatakan, rencana alat bayar kesehatan dengan sampah ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan setempat.
Ia berencana akan mengambil alih pengelolaan Bank Sampah Flamboyan yang berada di Jalan Mandilaras, Kelurahan Gladak Anyar, Kabupaten Pamekasan.
Baca juga: Penampilan Nia Ramadhani Setelah Potong Poni Bikin Pangling, Ardie Bakrie: Seperti Punya Istri Baru
Baca juga: Kasus KDRT di Pamekasan Menurun, Dominan Faktor Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi dan Media Sosial
Baca juga: KRONOLOGI Penemuan Mayat Pria Tanpa Busana di Tengah Hutan Jati Gunung Butak Kemlagi Mojokerto
Tujuannya, selain mendorong masyarakat berperan aktif mengelola limbah sampah dan meningkatkan perekonomian, bank sampah ini oleh pihaknya akan dijadikan indikator pembayaran kesehatan di Klinik Utama Siti Aisyah bila sudah naik status menjadi RSIA.
"Setelah pengurusan izin naik status menjadi RSIA (Rumah Sakit Ibu & Anak) kami berencana mengelola bank sampah sebagai alat bayar kesehatan," kata Aminatus Sa'diyah kepada sejumlah media saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2020).
Menurutnya, selain membuat lingkungan menjadi bersih, kehadiran bank sampah ini juga mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kata Aminatus, semakin banyak sampah yang dikumpulkan dan dijual, semakin besar pula keuntungan yang didapatkan.
Dengan begitu, diharapkan masyarakat merasa sangat terbantu dengan kehadiran bank sampah.
"Nantinya masyarakat sekitar akan didata dan dibuatkan rekening masing-masing. Sampah akan ditukar dengan uang. Uang itu secara otomatis masuk rekening," bebernya.
Baca juga: Owner Batik KA-DE Luncurkan Produk Terbaru Batik Le-Jeleh, Kak Dus Ungkap Nilai Filosofi Sakral
Baca juga: Betrand Peto Posting Foto Bertelanjang Dada, Netizen Heboh Lihat Perut Sixpack Sinyo: Bikin Lemes
Baca juga: CATAT Ada SMS Dapat Bantuan UMKM Rp 2,4 Juta dari BRI, Pendaftaran Banpres Produktif Masih Dibuka
Kata Aminatus, jika dikemudian hari ada peserta jatuh sakit dan dirawat di RSIA Siti Aisyah, dapat mencoba menggunakan sampah sebagai alat ganti bayar perawatan rumah sakit.
Cara pembayarannya cukup mudah, hanya dengan membawa rekening peserta bank sampah, lalu tunjukkan.
"Rencana bank sampah dijadikan sebagai indikator pembayaran kesehatan telah kami sampaikan di depan masyarakat sekitar Klinik Utama Siti Asiyah, Kepala DLH, Kadinkes, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan perwakilan anggota DPRD Pamekasan di acara 'Sosialisasi dan Dialog Bersama Masyarakat Menuju RSIA Siti Aisyah'," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Amin Jabir mengapresiasi langkah Direktur Klinik Utama Siti Asiyah yang berinisiasi menjadikan sampah sebagai alat pembayaran kesehatan.