Virus Corona di Batu

Vaksinasi Covid-19 di Kota Batu Dilakukan Maret 2021, Dinkes Lakukan Data Kategori Penerima

Dinas Kesehatan Kota Batu tengah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mendata orang yang masuk kelompok penerima vaksin.

TRIBUNMADURA.COM/BENNI INDO
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari 

TRIBUNMADURA.COM, BATU - Dinas Kesehatan Kota Batu merencanakan vaksinasi virus corona Covid-19 di Kota Batu pada Maret 2021 mendatang.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Batu tengah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mendata orang yang masuk kelompok atau kategori penerimaa vaksin Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari menjelaskan, kelompok penerima vaksin Covid-19 antara lain petugas medis, orang dengan risiko tinggi, TNI/Polri, tokoh masyarakat atau agama, tenaga pendidik, ASN, dan masyarakat umum.

Baca juga: Satgas Covid-19 Minta Tenaga Kesehatan dan Orang Berkomorbid Jadi Prioritas Penerima Vaksin Corona

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kota Malang Kemungkinan Dilakukan Desember 2020, Satgas Tunggu Petunjuk Pusat

Baca juga: Cerita Sales Mainan Anak-Anak Bayar Pajak Pakai Uang Koin, Sisihkan Penghasilan ke Dalam Galon Air

"Sampai sekarang kami belum tahu berapa alokasi Kota Batu," kata drg Kartika Trisulandari, Kamis (22/10/2020).

"Kami menargetkan 80 persen penduduk yang usianya 15 sampai 59 tahun," ujarnya.

Dijelaskannya, distribusi dari Pemerintah Pusat berupa vaksinnya saja. Sedangkan jarum suntik, alat pelindung diri dan hal lainnya disediakan oleh pemerintah daerah.

Dinas Kesehatan Kota Batu mengajukan Rp 2.9 miliar anggaran ke DPRD Batu untuk vaksinasi.

Diterangkan Kartika, satu orang akan menerima dua kali suntik vaksin. Ada rentang waktu 14 hari setelah penyuntikan pertama.

"Satu orang dua kali, intervalnya 14 hari," jelasnya.

Baca juga: Spesialis Aksi Pencurian Sepeda Motor di Halaman Masjid Bangkalan Ditangkap, Polisi Buru 7 Sindikat

Baca juga: Razia Operasi Yustisi, Polisi Sita Ratusan Botol Miras dari Kafe di Kebomas Gresik, Pengunjung Panik

Berbeda dengan program Pemerintah Pusat yang rencananya akan memberikan vaksin pada November mendatang.

Dikatakan Kartika, program nasional tersebut akan direview pada akhir Januari. Setelah itu, secara menyeluruh dilakukan serentak di daerah.

"Saat ini kan uji coba 1600 an orang, itu nanti reviewnya akhir Januari. Kalau dari timelinenya, memang Maret. Jawa dan Bali diprioritaskan karena kasusnya banyak," ujarnya.

Dinas Kesehatan telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk vaksinasi.

Sudah ada sejumlah petugas yang dilatih saat ini. Mereka dilatih bagaimana cara menyuntik vaksin dan perihal lainnya yang berkaitan dengan vaksinasi.

"Mulai dilatih petugas vaksinatornya. Ini mau masuk ke gelombang kedua dari Puskesmas. Disegarkan kembali tentang tata cara penyuntikannya," ujarnya.

Jumlah SDM di Kota Batu dinilai sudah cukup untuk melaksanakan vaksinasi.

Pasalnya, perawat dan bidan bisa melakukan vaksinasi. Masyarakat tidak dipungut biaya sepeserpun saat vaksinasi.

Meskipun begitu, Kartika tetap mengingatkan agar masyarakat disiplin menjaga protokol kesehatan.

Covid-19 adalah virus yang mutasinya unik sehingga butuh waktu agak lama.

"Namanya vaksin itu tidak melindungi 100 persen. Vaksin sejak bayi saja masih mungkin terkena sakit, tapi ketika kena tidak terlalu parah," ungkapnya. (Benni Indo)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved