Breaking News:

Gubernur Khofifah Akan Umumkan UMP 2021 Jawa Timur, Begini Penjelasannya

Sebagaimana diketahui bahwa hari ini menjadi hari terakhir gubernur melakukan penentapan UMP untuk tahun 2021.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan antisipasi dalam rangka meminimalisir partisipasi pelajar SMA/SMK mengikuti kegiatan aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja. 

Sedangkan untuk dari kalangan pengusaha meminta agar UMP tidak ada kenaikan.

“Dari hasil tersebut kami selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi memberikan kajian dan opsi-opsi langkah yang kemudinan nanti akan diputuskan oleh gubernur hasil UMP nya,” kata Himawan. 

Karenanya, berapa UMP tahun 2021 adalah sepenuhnya kewenangan gubernur yang memutuskan.

Dan ia menolak untuk menjelaskan lebih jauh.

Termasuk apakah besaran UMP akan naik ataukah akan menurun. 

Sedangkan terkait UMK, Kadisnakertrans menjelaskan bahwa belum ada kesepakatan untuk UMK akan menggunakan pola hitungan apa.

Apakah menggunakan PP No 78 Tahun 2014, atau menggunakan prediksi pertumbuhan ekonomi atau menggunakan aturan baru. 

“Namun yang jelas UMK menjadi kewenangan kabupaten kota dan mereka wajib memberikan usulan.

Gubernur nantinya akan membungkus usulan itu lewat penetapan UMK,” tegas Himawan.

Sebelumnya, Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Timur, Jazuli, mendesak Gubernur untuk Khofifah Indar Parawansa untuk mengabaikan Surat Edaran (SE) Menaker terkait besaran UMP. 

Baca juga: Bangkalan Diguyur Hujan, BPBD Ungkap Data BMKG Soal Prediksi Cuaca di Bangkalan

Baca juga: Katalog Promo Indomaret Hingga 1 November 2020, Minyak Goreng Murah Hingga Promo Tebus Murah

Baca juga: Cerita Bule Rusia yang Heran dengan Kelakuan Warga di Indonesia, Pergi ke Toko Hingga Soal Malas

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved