Breaking News:

CPNS 2019

Cara Mengurus Surat Keterangan Bebas Narkoba dan Biaya, Dokumen Penting untuk Pemberkasan CPNS 2019

Surat Keterangan Bebas Narkoba menjadi satu di antara sejumlah dokumen wajib dalam pemberkasan CPNS 2019.

pharmacyforme.org
ilustrasi - Cara Mengurus Surat Keterangan Bebas Narkoba dan Biaya, Dokumen Penting untuk Pemberkasan CPNS 2019 

TRIBUNMADURA.COM - Pemberkasan CPNS 2019 dimulai 1 - 30 November 2020.

Peserta yang dinyatakan lolos seleksi CPNS 2019 wajib mengunggah sejumlah dokumen yang diminta dalam pemberkasan.

Dari sejumlah dokumen wajib, peserta harus melampirkan Surat Keterangan Bebas Narkoba.

Zat-zat yang masuk dalam kategori psikotropika, narkotik, dan zat adiktif lainnya adalah seperti ganja, sabu, kokain, sampai obat penenang lainnya.

Ada 3 tempat yang dapat didatangi untuk membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), yaitu:

- Rumah sakit
- Kantor polisi, dan
- Kantor BNN

Baca juga: Pemberkasan CPNS 2019 Dimulai 1 November 2020, Simak Dokumen yang Wajib Diunggah Peserta Lolos

Baca juga: Promo BreadTalk 2 - 6 November 2020, Rendang Flosss hingga Fire Croissant Mulai Harga Rp 8.000

Baca juga: Ditinggal Bertamu ke Rumah Teman, Motor Warga Kota Malang Dicuri, Pelaku sempat Kepergok Ketua RT

Berikut cara membuat SKNB di rumah sakit, kantor polisi, dan di kantor BNN:

Sebelum mendatangi salah satu dari 3 tempat tersebut ada baiknya kamu mempersiapkan syarat pembuatan SKBN ini terlebih dahulu. Syaratnya adalah sebagai berikiut:

Syarat membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) untuk Melamar Kerja atau Sekolah

  • Pas foto Berwarna sesuai dengan tahun kelahiran (genap = biru), (ganjil = merah) sebanyak 3 lembar Ukuran 4 cm x 6 cm.
  • Fotokopi E-KTP sejumlah 3 lembar, beserta E-KTP yang asli.
  • Fotokopi Kartu Keluarga sejumlah 3 lembar, beserta KK yang asli.

Cara membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba di Rumah Sakit

  • Sebagian besar rumah sakit bisa menerbitkan surat keterangan terbebas dari narkoba, tapi yang sudah pasti menyediakan layanan ini adalah rumah sakit milik pemerintah.
  • Kamu bisa langsung mendatangi RSUD, klinik kesehatan, puskesmas, atau laboratorium yang terdekat dari rumahmu.
  • Datang ke rumah sakit atau klinik terdekat dari rumah
  • Ke meja pendaftaran untuk menyampaikan maksud dan tujuan ke pihak rumah sakit
  • Isi formulir yang disediakan oleh pihak rumah sakit
  • Serahkan pas foto 4 x 6 dua lembar
  • Nanti kamu akan dikasih alat Urine Screen Plus
  • Kemudian ambil sampel urine untuk kemudian dilakukan tes oleh petugas rumah sakit
  • Tunggu sekitar 30 menit untuk mengetahui hasilnya
  • Biaya yang dikeluarkan biasanya berkisar mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung dengan rumah sakit yang kamu pilih. Supaya lebih murah, pilihlah rumah sakit milik pemerintah.
Halaman
12
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved