Berita Sampang

Bocah 9 Tahun di Sampang Alami Pelecehan Seksual dari Oknum PNS, Ada Permintaan Pegang Alat Vital

Seorang anak berusia sembilan tahun dengan nama samaran Bunga mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh tetangga sekaligus oknum PNS.

PIXABAY/MANILA BULLETIN
ilustrasi pelecehan 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Seorang anak di berusia sembilan tahun dengan nama samaran Bunga mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh tetangga sekaligus oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Oknum PNS tersebut rupanya bekerja di sebuah Sekolah Dasar yang terletak di Kabupaten Sampang.

Aksi bejat yang dilakukan oknum PNS tersebut mendapatkan balasan berupa lapooran dari kedua orang tua korban pelecehan seksual.

Pantauan TribunMadura.com, orang tua korban pelecehan seksual menghampiri Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Sampang, Selasa (3/11/2020).

Mereka berasal dari Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang, Madura.

Baca juga: Makna dan Filosofi Pakaian Khas Madura Baju Pesa dan Celana Gombor: Jadi Manusia Tak Boleh Sombong

Baca juga: Anthony Xie Pamer Foto USG, Audi Marissa Umumkan Kehamilan Anak Pertama, Sederet Artis Beri Komentar

Baca juga: Begal Payudara di Tuban Tertangkap, Ngaku 5 Kali Beraksi, Polisi: Aksi Dilakukan Pagi dan Sore Hari

Kanit PPA Polres Sampang, Iptu Sujianto saat ditemui di depan ruang UPPA Satreskrim Polres Sampang, Jalan Jamaluddin Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (3/11/2020).
Kanit PPA Polres Sampang, Iptu Sujianto saat ditemui di depan ruang UPPA Satreskrim Polres Sampang, Jalan Jamaluddin Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (3/11/2020). (TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA)

Ibu Bunga, HS (41) menceritakan, awal mula pelecehan yang dilakukan oleh oknum PNS itu diketahuinya saat putrinya yang masih duduk di kelas 2 SD bercerita jika diminta memegang alat vital terlapor.

Mendengar hal itu, HS beserta suaminya terkejut dan memilih untuk mengklarifikasi langsung terhadap terlapor dengan mendatangi langsung pada keesokan harinya.

Namun, terlapor tidak mengaku dengan mengeluarkan dalih bahwa Bunga hanya disuruh membersihkan plastisin yang melekat di celananya.

"Saat ditanya dia mengelak sehingga, kami menegaskan kepada tetangga saya itu untuk tidak mengulanginya lagi," kata HS.

HS melanjutkan, berselang beberapa hari kemudian kedua anak terlapor yang masih di bawah umur mengajak Bunga berhubungan badan sehingga, pihaknya menilai jika anaknya ditindas oleh satu keluarga terlapor.

Mendapat perlakukan itu, suami HS berinisiatif untuk memasang CCTV di area rumahnya untuk memantau aktivitas anaknya sebab, dikhawatirkan Bunga dirudapaksa.

Namun, sebelum CCTV terpasang pihaknya mendapatkan informasi dari salah satu keluarganya jika Bunga sudah lebih dari satu kali diajak bersetubuh oleh anak terlapor.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved