Breaking News:

Berita Sampang

Oknum Guru di Sampang Diduga Lecehkan Siswa SD, Bantah Laporan ke Polisi, Mau Sumpah di Atas Alquran

Seorang guru PNS di Sampang diduga telah melakukan kekerasan seksual pada anak di bawah umur.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
kompas.com/istimewa
Ilustrasi - Oknum Guru di Sampang Diduga Lecehkan Siswa SD, Bantah Laporan ke Polisi, Mau Sumpah di Atas Alquran 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Polres Sampang terus mendalami dugaan kasus kekerasan seksual pada anak di bawah umur.

Kasus itu diduga melibatkan oknum Pegawai Negeri Sampang ( PNS ) guru di lingkungan pendidikan Kabupaten Sampang.

Terbaru, Unit PPA Satreskrim Polres Sampang berencana akan memanggil kembali terlapor guna memperdalam keterangan dari saksi yang ada.

"Kami akan meminta keterangan serta klarifikasi dari semua pihak, seperti Dinas Pendidikan maupun terlapor," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Sampang, Aiptu Sujianto, Selasa (10/11/2020).

"Tujuannya untuk memastikan kebenaran kasus ini," sambung dia.

Baca juga: BREAKING NEWS - Kebakaran di Pasar Larangan Sidoarjo, Empat Ruko Ludes Terbakar

Baca juga: Lagi Tunggu Pembeli, Pengedar Sabu di Surabaya Lebih Dulu Dijemput Polisi, Bawa Narkoba 0,75 Gram

Baca juga: Hari Pahlawan, Forkopimda Sampang Gelar Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

Sementara, terlapor berinisial UM mengklarifikasi bahwa tuduhan yang dilakukan oleh pihak pelapor kepada kepolisian adalah tidak benar.

Menurutnya, tudingan mencabuli anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tersebut merupakan fitnah yang dilakukan oleh terlapor kepadanya.

Ia mengaku bahwa tidak pernah menyuruh anak terlapor untuk memegang alat vitalnya karena hal itu dinilai sama halnya melukai anaknya sendiri.

"Kalau memang ada niatan seperti itu berarti sama dengan melukai anak saya sendiri karena dia masih keponakan saya dan tidak mungkin itu terjadi," ucapnya.

Bahkan, saking tidak benarnya tuduhan tersebut dirinya rela menjalankan sumpah Alquran.

"Saya berani bersumpah dengan Alquran karena semua yang ditudingkan kepada saya itu tidak benar," pungkasnya.

Baca juga: Hari Pahlawan, TNI Polri Forkopimda Pamekasan Ziarah Kubur dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

Baca juga: BREAKING NEWS - Ratusan Buruh dari KASBI dan SPBI Gelar Demo di Depan Gedung Grahadi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved