Berita Pamekasan

Pegiat Lingkungan Madura Ajak Generasi Muda Aktif Jaga Kelestarian Alam, Jika Tidak Ini Risikonya

Ikatan Alumni Madrasah Aliyah Negeri Pecinta Alam Pamekasan mengajak pemuda peduli lingkungan melalui Talkshow Lingkungan.  

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat para pegiat aktivis lingkungan Madura menggelar talkshow peduli lingkungan di Dass Kafe, Jalan Jokotole, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (28/11/2020). 

"Jadi bukan hanya tugas pemerintah untuk menjaga lingkungan ini. Justru kita harus bersinergi antara satu dengan yang lainnya," ajaknya.

"Artinya, baik pemerintah maupun masyarakat secara umum memiliki tanggungjawab untuk peduli pada  lingkungan," sambungnya.

Sedangkan Penggagas Ekowisata Mangrove Lembung Pamekasan, Slaman mengatakan, mencintai lingkungan menjadi tugas semua individu, baik itu akan dilirik atau tidak oleh  pemerintah. 

"Kunci merawat lingkungan ya ikhlas dan sabar. Tak perlu nunggu program pemerintah untuk bergerak," ujarnya.

Kata Slaman, dalam aksi yang dilakukan oleh pegiat lingkungan ketika hendak merawat lingkungan, pasti ada yang mendukung dan ada yang justru meremehkan. 

Dia juga bercerita, sudah sekitar 34 tahun dirinya merawat pesisir Lembung dengan  cara merawat tanaman mangrovenya agar tetap tumbuh.

Baca juga: Diduga Ngantuk, Sopir Truk Asal Pasuruan Hantam Pantat Truk Parkir di Jalan KH Wahid Hasyim Sampang

Baca juga: Pemkab Sampang Ajukan Anggaran Rp500 M ke Pemerintah Pusat untuk Pembangunan Stadion Sepak Bola Baru

Baca juga: Muncul Klaster Perkantoran, BPBD Kabupaten Ponorogo Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Sejumlah OPD

Baca juga: Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung: Temuan Kasus Baru HIV di Masa Pandemi Virus Corona Menurun

Perjalanan yang tidak sebentar itu, menurut Slaman tidak akan bertahan bila tidak ada generasi penerus.

Bahkan, sekarang hadirnya Hutan Mangrove Kembung sudah dinikmati banyak orang, berkat kerja ikhlas, sabar dan kerjasama yang baik dengan masyarakat sekitar. 

"Kami ini tidak akan selalu muda. Jadi dari waktu ke waktu, kami selalu berupaya menanamkan rasa cinta lingkungan kepada pemuda di Lembung juga kepada mereka yang berkunjung ke sana. Nah, merekalah  harapan untuk meneruskan perjuangan," harapnya.

Hal berbeda disampaikan oleh Jurnalis Mongabay Indonesia, Gafur Abdullah.

Menurut dia, memberikan pemahaman tentang lingkungan kepada generasi muda sangatlah penting.

Kata dia, banyak cara untuk merawat dan mengajak orang lain untuk mencintai lingkungan, baik secara langsung melalui aksi nyata di lapangan maupun lewat potensi yang dimiliki. 

"Jika  bisa  melakukan secara langsung silakan. Misal lewat kegiatan bersama komunitas dan membersamai pegiat lingkungan. Tetapi tetap dalam catatan,  sebenarnya menjaga lingkungan itu,  harus  dimulai dari personal," jelasnya.

Jika tidak bisa secara langsung, saran Gafur bisa juga menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan melalui media.

Apalagi era sekarang ini, kata dia hampir setiap individu yang memiliki smartphone pasti memiliki, mengenal, dan bisa menggunakan media  sosial. 

"Kampanye peduli lingkungan kan bisa juga  dilakukan lewat media  sosial yang kita miliki. Jadi tak harus  jadi pegiat lingkungan berlebel," sarannya.

"Secara personal pun bisa. Termasuk tidak  harua jadi wartawan untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. Ya, mau menyuarakan dengan menjadi  wartawan pun tak masalah," pesannya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved