Virus Corona di Jawa Timur

Jumlah Kasus Covid-19 di Jawa Timur Naik Cukup Signifikan, Bertambah 700 Lebih Dalam Sehari

Jawa Timur mengalami kenaikan kasus baru pasien Covid-19 yang cukup signifikan. Dalam sehari bertambah 700 lebih.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani
SHUTTERSTOCK/WOOCAT
Ilustrasi pencegahan wabah virus corona 

TRIBUNMADURA.COM - Dalam dua hari terakhir, Jawa Timur mengalami kenaikan kasus baru pasien Covid-19 yang cukup signifikan.

Tambahan kasus baru per harinya melebihi 700 kasus. Bahkan, hari Jumat (11/12/2020) ini, tambahan kasus Covid-19 baru di Jatim mencapai 748 kasus.

Tim Ahli Satgas Covid-19 Jatim, Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, tambahan kasus kasus tersebut rata-rata adalah hasil tracing kontak erat dari kluster yang muncul saat liburan panjang kemarin.

Baca juga: UPDATE Pilkada Sumenep 2020 Data KPU Pukul 18.19 WIB: Suara Terkumpul 54,44%, Achmad Fauzi Unggul

Baca juga: HASIL PILKADA MALANG 2020 Data KPU: Paslon Nomor Urut 1 Unggul, Jumat 11 Desember Pukul 18.01 WIB

Baca juga: UPDATE REAL COUNT KPU PILKADA SURABAYA 2020 Jumat 11 Desember Malam: Eri Cahyadi-Armuji Unggul 57,4%

Baca juga: Ke Musala Bukannya Ibadah, Tapi Warga Gresik Ini Malah Curi Kotak Amal di Lamongan, Ini Kronologinya

"Sepertinya kasus baru rentetan dari libur panjang ini juga bertambah terus menerus sampai sekarang. Di sisi lain, mulai muncul namanya pandemic fatigue, masyarakat sudah 9 bulan bertahan dalam pandemi dan beberapa kali lengah terhadap protokol kesehatan," kata Jibril, Jumat (11/12/2020).

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, kapasitas 3T di Jatim mulai ditingkatkan kembali untuk menemukan kasus-kasus dari tracing kasus yang ada. Jumlah tes seminggu terakhir mencapai 944 test per 1 juta penduduk/minggu.

Kapasitas ini, dikatakan Jibril mendekati standar WHO yakni 1000 test per p1 juta penduduk/minggu.

Penambahan kapasitas Rumah Sakit juga ditingkatkan, seperti pendirian RS Darurat Lapangan di Ijen Boulevard Malang dengan target kapasitas 300 bed.

Lebih lanjut disampaikan Jibril, bahwa dalam 2 minggu terakhir, yang dominan muncul adalah kluster kluarga dengan jumlah kasus sebanyak 753 orang dalam 243 keluarga, disusul 40 orang dari 7 klaster perusahaan, 51 orang dari 5 klaster perkantoran dan 28 orang dari klaster nakes dari 8 fasilitas kesehatan.

Baca juga: Website Resmi KPU https://pilkada2020.kpu.go.id/#/pkwkp untuk Mengecek Perolehan Suara Pilkada 2020

Baca juga: Kasus Covid-19 di Ponorogo Meroket, Satu di Antara Tiga Dokter yang Isolasi Sudah Meninggal Dunia

Baca juga: 2 Bukti Audi Marissa Bantah Tudingan Hamil di Luar Nikah, Ancam Lapor Polisi: Gue Merasa Ini Fitnah

Baca juga: Daftar Penerima Banpres untuk UMKM Rp 2,4 Juta Desember 2020, Cek Hanya di Link eform.bri.co.id/bpum

"Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 dari ruang ruang indoor sangat tinggi dalam 2 minggu terakhir. Memang dalam ruang indoor lengah dalam menerapkan protokol kesehatan dan ventilasi buruk, apabila ada satu kasus saja potensi tertular bisa sampai 90 persen," tegasnya.

Dikatakan Jibril, apabila dilihat dari tambahan kasus mingguan, memang minggu ini tambahan kasus Jatim dalam seminggu naik sampai 3.525 kasus, padahal minggu sebelumnya 2.779 kasus.

Positivity Rate Jatim minggu ini masih 15 persen memang tidak setinggi di Bulan Juli yang pernah mencapai 31 persen dan Nasional yang minggu ini mencapai 18,37 persen. Harapannya dengan jumlah tes yang mulai dinaikkan ini positivity ratenya bisa turun.

"Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah Jember, karena selama dua minggu berturut turut masih masuk dalam zona merah dengan kasus aktif 587, hal ini terjadi karena tambahan kasus di Jember sangat banyak. Zona merah yang lainnya seperti Lumajang, Banyuwangi, Situbondo kenaikan kasusnya sudah tidak setinggi minggu sebelumnya," tegasnya.

Kenaikan ini harapannya menjadi warning bagi masyarakat Jawa Timur bahwa pandemi Covid-19 belum usai, ketika muncul euforia sejenak libur panjang dan makin banyaknya kegiatan indoor yang lengah protokol kesehatan, maka kasus Covid-19 akan lebih mudah menjangkiti rekan kerja, teman dekat bahkan ibu dan orang tua kita.

"Oleh karena itu, di Libur Natal dan Tahun Baru, harapannya kita semua jangan sampai lengah terhadap protokol kesehatan. Rayakan dengan secukupnya di rumah masing2, apabila memang harus keluar maka jaga benar benar penerapan protokol kesehatan," tandasnya.

Pemakaian masker harus kembali digalakkan karena Jawa Timur telah terbukti pernah bebas dari zona merah ketika pemakaian masker dapat dilakukan secara massif.

"Jangan hanya menunggu operasi yustisi dan takut didenda baru memakai masker, tapi pakailah masker untuk melindungi diri sendiri dan orang tercinta di sekitar kita," pungkas Jibril.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved