Breaking News:

Pilkada Surabaya 2020

Machfud-Mujiaman Bawa Hasil Putusan Pilkada Surabaya 2020 ke MK, Begini Sikap Eri Cahyadi-Armuji

Eri Cahyadi-Armuji menghormati rencana Machfud Arifin dan Mujiaman yang akan membawa hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi(MK).

TRIBUNMADURA.COM/ACHMAD ZAIMUL HAQ
Pasangan Cawali dan Cawawali Surabaya yang diusung PDIP, Eri Cahyadi dan Armuji saat syukuran dengan anggota BSPN di Kantor DPC PDIP Surabaya, Jumat (18/12/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Mujiaman akan membawa hasil keputusan rekapitulasi penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Mahkamah Konstitusi. Sebelumnya, dalam keputusan KPU Surabaya Nomor 1419/PL.02.6-Kpt/3578/KPU-Kot/XII/2020, Paslon Nomor Urut 01 Eri Cahyadi dan Armuji dinyatakan menang.

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji (ErJi) menghormati rencana Machfud Arifin dan Mujiaman yang akan membawa hasil Pilkada 2020 ke Mahkamah Konstitusi (MK). ErJi siap mengikuti mekanisme yang berlaku.

"Kami akan ikuti mekanisme hukumnya. Prinsipnya, kami pasrahkan kepada tim hukum pemenangan kami, juga dari PDI Perjuangan dan partai pendukung," kata Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat (18/11/2020).

Armuji menambahkan hal senada. "Kami menghormati apa pun yang menjadi rencana mereka," kata Armuji dikonfirmasi terpisah.

Baca juga: Eri Cahyadi Menang di Rekap KPU: Terima Kasih Warga Surabaya, Mari Bekerjasama Bangun Kota Pahlawan!

Baca juga: Program Prioritas Kepemimpinan Eri Cahyadi, Jurus Bangkitkan UMKM Surabaya di Tengah Pandemi Corona

Baca juga: Eri Cahyadi-Armuji Menang Pilkada Surabaya 2020, Saksi PDI Perjuangan Lanjut Kawal Pemilu 2024

Armuji lantas menyinggung selisih persentase suara yang semestinya menjadi acuan melakukan gugatan.

Hal ini mengacu Lampiran V Peraturan MK Nomor 6 Tahun 2020 tentang Beracara Dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Peraturan ini adalah turunan dari UU terkait. Regulasi ini mengatur syarat selisih suara yang bisa digugat ke MK.

Ada beberapa kategori. Surabaya, misalnya, dengan jumlah penduduk di atas satu juta jiwa, maka selisih perolehan suara paling banyak sebesar 0,5 persen dari total suara sah untuk bisa mendaftarkan perkara ke MK.

Sedangkan di Surabaya, selisih suara antara Eri Cahyadi-Armuji (ErJi) dengan Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) mencapai 145.746 suara (13,89 persen). Rinciannya, ErJi unggul dengan 597.540 suara (56,94 persen) dan Maju mendapat 451.794 suara (43,05 persen)

"Kita bisa lihat, dari selisihnya saja sangat tebal. Namun, kami tak menghalang-halangi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Koloway
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved