Breaking News:

Virus Corona di Madiun

26 Pedagang Dinyatakan Reaktif, Pasar Dungus Kabupaten Madiun Ditutup hingga hingga 6 Januari 2021

Penutupan Pasar Dungus Kabupaten Madiun dilakukan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/RAHADIAN BAGUS
Ratusan pedagang di Pasar Dungus Kabupaten Madiun jalani rapid test 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Pemerintah Kabupaten Madiun memutuskan untuk menutup Pasar Dungus, Rabu (30/12/2020).

Penutupan Pasar Dungus dilakukan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19 di Kabupaten Madiun.

Itu setelah dilakukan rapid test terhadap 202 pedagang pasar, yang 26 di antaranya dinyatakan reaktif.

"Hari ini tadi, kami melakukan rapid test terhadap 202 pedagang di Pasar Dungus, dari jumlah tersebut 26 reaktif," kata Kabid Pengelolaan Pasar Disperdakop-UM Kabupaten Madiun, Raswiyanto.

Baca juga: Berduaan di Kamar Jelang Malam Tahun Baru, Pasangan Bukan Suami Istri Diciduk, Tak Punya Surat Nikah

Baca juga: Mobilitas Kendaraan di Jembatan Suramadu saat Malam Tahun Baru Dijaga Ketat, 3 Hal Ini akan Disorot

Baca juga: Bupati Pamekasan Keliling 7 Kecamatan Naik Motor, Pantau Langsung Kondisi Jalan Raya yang Dibangun

Baca juga: UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Sampang Optimistis Capai Target PAD Tahun ini, Ini Hasilnya

"Makanya, atas saran dari Dinas Kesehatan, pasar ditutup sementara," sambung dia.

Ia mengatakan, penutupan Pasar Dungus, akan berlangsung selama tujuh hari, dimulai 31 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021.

Raswiyanto menjelaskan, rapid test pada hari itu dilakukan setelah sebelumnya, pada 5 Desember 2020, seorang pedagang di Pasar Dungus terkonfirmasi Covid-19.

Atas temuan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, melakukan tracing dan dilakukan rapid test terhadap seluruh pedagang di Pasar Dungus. (rbp)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved